Prehistoric Creature for this time is..

Prehistoric Creature for this time is..
Argentavis magnificens, perkenalkan burung terbang paling perkasa sepanjang masa. dengan rentang sayap mencapai 7 meter dan memiliki bobot seberat orang dewasa serta dilengkapi paruh dan cakar sebesar telapak kaki beruang merupakan raptor udara paling menakutkan di masa eosen akhir ( 6 juta tahun yang lalu )

Welcome Future people !

selamat datang orang orang masa depan, jangan sia siakan hidup anda hanya untuk mengkritisi kehidupan. cobalah untuk menikmatinya dan tetap bersanding pada asas moral agar kita bisa menjadi manusia yang benar benar manusia. kritikan harus disertai usaha dan mencari solusi okee ? ..

Rabu, 29 Juni 2011

surabaya bicycle adventure : into the hidden district



hai teman2, bagaimana liburan kalian? Sedikit kisah dariku mungkin dapat membuat anda senang, lizard dance (sekaligus membantu menentukan lokasi liburan apa yang cocok untuk didatangi?. Dalam cerpen ini aku menawarkan untuk mendengarkan music (back ground music). Dengan tujuan mengiringi jalan cerita yang terjadi.

Bagian 1 : not so far away (ragnarok online), theme of Rachel (ragnarok online) cora base (rf online)

Bagian 2 : home village arni (chrono cross) lizard dance (chrono cross) strategy (suikoden II)

Bagian 3 : leaving the body (chrono cross) star stealing girl (chrono cross) we will always be (suikoden II)

Epilogue : castle of dawn (suikoden II)


semoga kalian nyaman, aku berharap komentar untuk semakin menempaku menjadi lebih baik. Kencangkan sabuk pengaman kalian dan nikmatilah!


Surabaya bicycle adventure : into the hidden district bagian pertama

Mozaik budaya di utara


Pukul 16.30 tepat aku berada di taman hiburan rakyat, menunggu temanku disana. Janji yang kita buat sebenarnya pukul 16.00, namun karena ban sepedaku bocor saat berangkat, alhasil aku sedikit terlambat. Kulihat di seberang jalan rino melambaikan tangannya, mengisyaratkan kepadaku untuk segera bergegas. Seketika itu pula aku merespon dengan menghampirinya. Dia rino, kawan satu perguruan ilmu sosial di unesa. dengan kacamata hitam layaknya pelancong asing dan celana jeans bolong dia dengan santai mengayuh sepeda kumbang hybridnya.

“mana pasukanmu?” Tanya rino kepadaku

“banyak yang tidak bisa, alhasil, hanya aku saja”

“oho.. teman temanku pula, sebenarnya aku juga mau mengajak cak suroboyo sekaligus memperkenalkan wisata Surabaya, itu salah satu tugasnya, namun dia berhalangan hadir”

“jadi, kita lanjutkan saja berdua”

“oke.. langsung saja, kita nikmati perjalanan ini”

Aku belum lama mengenal sosok rino, namun yang aku tahu kami sering bertukar pikiran dan dia adalah pengendara sepeda yang setia. Bahkan di kampus dia mempromosikan untuk “gowes” kepada khalayak unesa. “bersepeda itu sehat dan bebas polusi”

Selain itu dia juga mengenal beberapa tempat bagus di Surabaya. Yang padahal, aku sendiri adalah orang Surabaya. namun tak pernah mengenal kawasan kawasan eksotis di kotaku sendiri. Maklum saja, masa smp dan sma ku lebih banyak dihabiskan berburu hewan liar di tambak keputih dan medokan. Jadi ini adalah saat yang tepat untuk PDKT terhadap kota kelahiranku.

Kami bersepeda menuju kawasan kota tua di daerah jembatan merah, bersama kita mengayuh sepeda menantang langit yang mulai memerah. Perjalanan kami tiba di suatu kawasan yang memiliki gapura besar dengan dua patung kilin menjaga kaki gapura. Tempat ini serasa tak asing bagiku, karena masa kecilku sering dihabiskan di lokasi ini.

Tertulis KYA-KYA berwarna emas pada gapura yang berlatar merah megah itu. Kya kya adalah kampung “pecinan” atau biasa disebut kampung orang cina yang terletak di pusat kota Surabaya. Meski terletak di pusat kota dan dekat dengan sebuah plaza. Tempat ini terlihat sepi dengan bentuk bangunan tinggi dan terkotak kotak. Persis seperti yang kulihat di film kungfu hustle. Kya kya merupakan district yang dihuni mayoritas penduduknya orang tionghoa, gapura kawasan ini juga telah dibangun atas dasar tersebut. Selain sebagai kawasan bisnis, kebanyakan masyarakat di sini masih satu keluarga/family besar. Berbagai kegiatan jual beli terjadi disini, namun sayangnya kami datang di hari minggu. kuil terdapat di sekitar kawasan ini untuk sembahyang bagi warga tionghoa, orang cina yang memegang teguh prinsip berdagang/menjadi saudagar tahu benar untuk memusatkan kegiatannya dan melebarkan sayap bisnisnya di kawasan lain.

“kamu orang sini kan? Bagaimana kembang jepun sekarang?” tanyaku,

“sepi, bahkan terlihat seperti kota mati”

“wao… padahal dulu ini tempat yang ramai sekali. Waktu aku kecil keluargaku sering mengajakku kesini, dahulu pun juga sepi, namun akhirnya kawasan ini disulap menjadi warung pinggir jalan yang berjajar rapi menyajikan masakan khas orang cina.”

“seperti yang kau tahu, mall mall sudah banyak berdiri dan pada akhirnya kawasan ini kalah oleh tempat yang lebih bonafit dan eksklusif”

“aku harap tempat ini dapat hidup kembali, atau setidaknya dikenal masyarakat bahwa kawasan ini merupakan chinatownnya Surabaya”

Perjalanan kami lanjutkan melewati gang sempit yang menghubungkan kawasan pecinan ini dengan kawasan muslim sunan ampel. Terdapat perbedaan yang kontras dengan kawasan kya kya yang baru saja kami lewati. Aroma kegiatan terasa sekali di kawasan ini. Orang orang bersarung berlalu lalang, banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan, mulai dari membawa pisang menggunakan becak hingga sekedar duduk duduk saja menikmati sore menunggu adzan maghrib. Lantunan ayat ayat suci berkumandang dari atas menara masjid sunan ampel yang terkenal. Ampel merupakan kawasan wisata religi yang bisa kau kunjungi. Agenda yang sangat bagus jika ingin merasakan susasana yang berbeda di Surabaya. Di sini juga menjual aneka makanan dan pernak pernik khas yang khas. Mulai dari tasbih, hingga kurma arab dapat kau temukan disini. Bahkan, air zam zam pun tersedia. Beberapa warga yang kulihat sepertinya keturunan arab. Kawasan ini sangat harmonis dan berirama. Tidak ada salahnya untuk meng agendakan kawasan ini untuk berwisata. Namun ingatlah untuk berpakaian sopan.

“mengenai tempat cangruk, dimana tempat cangkruk favoritmu?” Tanya rino

“sebenarnya aku orang yang tidak terlalu doyan cangkruk, kecuali jika diajak. Kawasan favoritq di jembatan MERR”

“aku punya keinginan memetakan seluruh kawasan cangkruk di seluruh kota Surabaya, karena banyak orang besar lahir dari tempat ini. cangkruk adalah sarana yang baik untuk bertukar ide”

“yang aku fikirkan adalah : seseorang yang hanya menghabiskan waktunya membaca buku tanpa membaginya dengan orang lain hanya akan berakhir menjadi orang pintar yang dilupakan dunia. Namun jika ia mau membagi ilmunya, idenya, kepada orang lain dan orang lain pun turut membagi idenya ilmunya, kepada orang tersebut. Bayangkan, berapa ide telah digandakan hanya dalam satu waktu singkat.”

“memang selama ini cangkruk selalu bermakna negatif di telinga orang”

“yang membedakan adalah kualitas obrolan dalam cangkruk itu sendiri, apa yang kita tukar selama cangkruk adalah bekal yang bagus untuk saling mengerti dan memahami sudut pandang dan dasar pemikiran orang lain”

“ya.. seperti inilah fenomena cangkruk, namun disadari atau tidak itu sudah membudaya diantara kita”

Tak terasa obrolan asyik membawa kami pada kawasan yang bersejarah di kota ini. Raksasa tua yang kesepian. Jembatan tua di kalisosok. Pada masa colonial belanda sungai ini merupakan penghubung kawasan pantai dengan pusat kota, maka transportasi air menjadi primadona pada masa itu. Jembatan ini dibuat untuk efisiensi lintasan kapal dan kendaraan darat. Ketika ada sebuah kapal yang lewat maka jembatan ini membelah dirinya agar dapat dilewati kapal.

Namun sayang, kondisinya sudah tak terawatt. Salah satu bagian jembatan telah hilang dan kini hanya tersisa sisi satunya yang masih berdiri kokoh, menaungi kapal kapal nelayan di bawah kakinya. Mungkin pemerintah kota harus melirik kawasan ini untuk dijaga lebih baik, karena jembatan ini adalah satu satunya peninggalan jembatan mekanik yang tersisa dari zaman colonial belanda di kota ini. Kutinggalkan sang raksasa, sendirian berdiri menjadi saksi sejarah yang dilupakan waktu.

Kami terus mengayuh sepeda melanjutkan petualangan. kali ini kami melewati sebuah jalan yang dihiasi pemandangan kargo dimana mana. Terang saja, kawasan ini dekat dengan pelabuhan perak dan merupakan gudang penyimpanan untuk bongkar muat disana. Tempat yang terpetak petak ini sangat sepi, setiap gang yang kami lewati minim penerangan dan sesekali hanya kucing dan tikus saja yang muncul di balik tong sampah. Untung saja perjalanan sepi itu hanya sebentar sampai akhirnya kami tiba di kawasan kebalen timur kecamatan pabean cantikan.

Aku teringat akan janjiku kepada wiwin dan teman teman untuk menanyakan wisata budaya gratis yang disediakan perusahaan sampoerna kepada warga Surabaya, terutama sebagai daya tarik turis untuk memperkenalkan Surabaya.

“ayo kita mampir ke sampoerna” ajak ku,

“bisa, bangunannya tepat di sebelah kita”

Aku tercengang, di tempat terpencil seperti ini, berdiri bangunan megah. Sekilas seperti bangunan biasa, dibilang megah pun rasanya kurang tepat, Lebih tepatnya “Artistik”. Kawasan ini memang sering terlihat sepi, bangunannya pun rata rata bangunan tua peninggalan belanda. Sebagian besar digunakan sebagai gudang maupun tempat usaha. Sehingga atmosfir kehidupan di tempat ini tercium sedikit pada waktu waktu tertentu. Bangunan di sini sangatlah unik dan asli, wajar saja banyak yang menjadikannya objek fotografi yang bagus. Wiwin benar akan hal ini, sayangnya kami tiba di sore hari, bukan keindahan yang kami dapat melainkan suasana menyeramkan karena sepi sekali tempat ini. Mungkin suatu hari nanti aku akan lebih menikmati kota tua di kawasan kalisosok ini.

Kami berdua pun memasuki kawasan house of sampoerna. tempat pertama yang kami tuju adalah mencari informasi Surabaya heritage track, atau wisata budaya Surabaya menggunakan bus mini milik perusahaan sampoerna. setelah bertanya panjang lebar di pusat informasi, didapatlah cara mendaftar sebagai turis dadakan. Berikut ini adalah jadwal tour Surabaya heritage track :

Jadwal tour : setiap hari kecuali hari senin

*Tour pendek 1 sampai 1,5 jam. setiap hari selasa sampai kamis dengan rute :

HoS > Tugu pahlawan > PTPN XI > Hos

Waktu tour : 10.00~11.30, 13.00~14.30, 15.00~16.30



*tour panjang 1,5 sampai 2 jam. Setiap hari jumat sampai minggu dengan rute :

Hos > tunjungan > taman surya > gedung kesenian > PTPN XI > HoS

Di tour panjang terdapat jadwal khusus, pada kloter 1 (09.00~11.00) di balai pemuda kita bisa melihat kesenian reog ponorogo. Pada kloter 2 (13.00~14.30) di balai pemuda kita bisa mengetahui sejarah kota Surabaya, pada kloter 3 (15.00~17.00) kita menuju cak durasim melihat tari tradisional.

Sayangnya kami terlambat untuk mencoba sarana ini, mungkin di lain hari kita bersama sama bisa mencoba layanan ini. Gratis tanpa dipungut biaya. Mendaftar dahulu sebelum atau waktu hari H. karena tempat ini cukup luas, kami berjalan jalan menikmati. Pada bangunan yang berada di dekat parker bis wisata terdapat mobil peninggalan pendiri perusahaan sampoerna. sebuah mobil rolls Royce silver shadow 8 cylinder 6750 cc keluaran tahun 1972. Tepat disebelah mobil itu, terdapat rumah pribadi milik keluarga. Dahulu tempat ini adalah pabrik, sampai sekarang pun juga. Dan keluarga besar sampoerna memilih tinggal di sebelah pabriknya untuk tetap bisa memantau dan menjalankan usahanya. Pada perjalanan hidup sampoerna ( yang bernama asli liem seeng tee), sang anak juga dididik untuk meneruskannya sebagai bisnis keluarga.

Saat ini tempat tersebut dapat dilihat namun tidak dapat dimasuki karena privasi. Perjalanan kami pun berlanjut menuju gedung utama yang berada di tengah. Kami pun membuka pintu ruang tersebut….

“kreekk…”

“……………”


bersambung








Surabaya bicycle adventure : into the hidden district bagian kedua

Harga sebuah kenikmatan, proporsi yang buta.


“selamat sore…, silahkan masuk, selamat datang di museum sampoerna”

Rupanya bangunan ini adalah museum, pada awal kami memasuki tempat ini banyak wisatawan lain yang memanfaatkannya sebagai lokasi fotografi yang menarik. Aku dan rino pun berjalan jalan melihat lihat apa saja yang ditawarkan museum ini.

“jejak kesuksesan pendiri sampoerna” gumamku

Kami melihat peran tembakau dalam kehidupan manusia. Tembakau telah dikenal di hampir semua kebudayaan di dunia. Berbagai macam bahan bahan yang diracik menciptakan cita rasa tersendiri dalam aktivitas manusia menghisapnya. Yang paling popular di kalangan masyarakat kita adaalah rokok.

“bagaimana tembakau dapat disukai banyak orang??”

Aku sendiri tidak tahu, karena aku bukan perokok. Tapi yang jelas dari rokok seseorang dapat sukses, tentu saja bukan hanya obyeknya yang menjadikannya sukses, tapi dari manusianya, subyek. Kami pun menelusuri apa yang membuat seorang liem seeng tee begitu sukses dan rokok sampoerna telah dikenal di hampir seluruh dunia. Ruangan pertama menawarkan sejarah singkat liem seeng tee sebelum menjadi pengusaha rokok. Dahulunya dia hanyalah remaja biasa yang nekat meninggalkan keluarga angkatnya untuk hidup di Surabaya. Liem seeng tee muda berjualan abu bakar (atau mungkin batu bara) dan hasil keuntungannya ia belikan sebuah sepeda (yang kini dipamerkan dalam museum ini) untuk memperluas distribusinya. Sampai akhirnya liem seeng tee menemukan fenomena rokok di kalangan masyarakat. Masyarakat Indonesia sendiri sudah tak asing dengan rokok. Terutama masyarakat jawa. Yang paling populer adalah rokok kretek yang ditemukan pada tahun 1880 oleh haji jamahri di kota kudus yang kemudian diproduksi missal pada tahun 1890. Kretek sendiri diadaptasi dari bunyi daun tembakau yang dibakar, berbunyi “kretek kretek”


Kembali pada kisah liem seeng tee, akhirnya liem seeng tee membuka usaha rokok kreteknya pada pertama kali. Hingga sekarang ,salah satu produknya tetap memproduksi rokok kretek dan tetap dikerjakan oleh tenaga manusia. Kami melihat berbagai macam daun tembakau dan bahan bahan lain untuk menciptakan cita rasa pada sebatang rokok. Selain itu, sebuah replika tungku pembakaran juga dihadirkan untuk menerbangkan imajinasi kami seperti apa proses pembuatan rokok itu sendiri.

Berbagai hal menarik di hadirkan di sini mulai barang barang kenangan saat perusahaan sampoerna masih seumur biji jagung, barang barang kuno seperti buku bacaan liem seeng tee yang masih terawatt baik, pemantik api dari masa ke masa, hingga alat alat yang digunakan untuk membuat rokok dari awal pelintingan hingga packing.

Di ujung ruangan terdapat sebuah replika toko kelontong yang menarik perhatian kami. Mengapa toko kelontong juga dipamerkan disini?. Deskripsi mencengangkan tertulis di samping toko kelontong yang lengkap dengan rombong dan jajanannya, (tak lupa rokoknya)

“hampir 35% hasil didapat dari penjualan rokok eceran”

Betapa penting dan uniknya distribusi rokok. Karena memang kenyataannya rokok dinikmati semua kalangan. Dari orang yang menaiki mercy hingga yang menggunakan mercy-kil (kaki). Tentu sampoerna sudah memperhitungkan betul para pedagang kecil seperti ini yang membantu mendistribusikan rokok ke satuan yang lebih kecil agar bisa dinikmati golongan menengah kebawah.

“segala aspek mulai dari pembuatan hingga distribusi telah dihadirkan di tempat ini, namun aku masih belum dapat menemukan letak kunci kesuksesan liem seeng tee, sejauh ini aku hanya melihat sejarah perusahaannya” gumamku dalam hati.

Hingga akhirnya rino mengamati sesuatu yang membuatku ikut memperhatikannya. Sebuah lambang segitiga dengan tangan menunjuk di setiap sisinya. Aku mengalami de javu.

“sepertinya aku pernah melihat lambang itu”

“setiap objek sepertinya ada, coba kau telusuri”

. Dan memang benar, aku telah bertemu lambang itu belasan kali pada obyek museum, hanya saja aku kurang memperhatikan wujudnya karena terlalu fokus terhadap deskripsi dan kisah di balik objek tersebut. Tanpa berfikir panjang aku langsung bertanya terhadap tour guide yang ada disampingku

“mbak, apa makna dari lambang ini?”

“lambang ini bermakna bahwa produsen, konsumen dan distributor harus bekerjasama untuk mencapai kemakmuran”

Sejenak aku berfikir dalam hati. Perusahaan sampoerna mungkin dapat berperan sebagai produsen ataupun distributor, namun esensi letak itu bukan inti jawaban pertanyaanku. Sejenak aku memikirkan tentang fenomena pupuk di negeri kita. Ketika musim menanam kita tahu, bagaimana ulah sebagian distributor mencekik petani yang notabenenya konsumen. Mereka menimbun untuk mendapatkan keuntungan lebih dari kebutuhan primer petani pada masa masa itu. Dan akhirnya petani pun cukup menderita sedangkan produsen meski produksi tetap lancer tetapi keresahan konsumen berimbas padanya. Hanya karena ulah distributor. Bayangkan jika seorang produsen yang memiliki kualitas buruk atau dengan harga tinggi. Maka distributor tentu mau tak mau menaikkan cost kepada konsumen, ujung ujungnya jumlah konsumen berkurang. Lalu bagaimana dengan peran konsumen? Kita tahu bahwa konsumen adalah penilai akhir atas sebuah barang yang dinikmati produsen. Jika konsumen kecewa sudah pasti produsen maupun distributor akan merugi.

“argh.. ini hanya analogi kasus, bukan solusi, lalu apa yang harus dilakukan agar ke tiga hal ini berjalan seimbang?????”

Diluar pikiranku, aku hanya ingin menikmati perjalanan ini, mungkin sekarang bukan saat yang tepat untuk membicarakan bisnis. Dan semoga dalam perjalanan ini aku menemukan jawabannya. Perlahan aku melangkah ke salah satu sudut ruangan dan melihat lihat berbagai macam “bungkus” rokok untuk kalangan kalangan tertentu. Seperti rokok kostrad (sepertinya untuk para TNI) keraton dalem ( jelas untuk orang2 monarkhi macam jogja maupun solo). Aku menatap etalase kaca ini semakin ke atas, sesuatu yang unik sekali. Namun, ini adalah sihir yang penting dalam bisnis. Ini mengenai bagaimana cara Asertif terhadap konsumen, yakni membuatnya terasa “lebih dekat” hanya dari tampilan saja. Hingga kami melihat bungkus yang dipajang di etalase paling atas. Kami tercengang atas obyek satu ini.

“ini adalah harga sebuah kenikmatan” sahutku

Kami disuguhi berbagai bungkus rokok sampoerna yang telah beredar di seluruh dunia. Beberapa bungkus dengan tegas menyatakan resiko merokok tidak hanya dari tulisan seperti di Indonesia, melainkan dengan gambar. Tak tanggung tanggung gambar itu terpampang penuh di sisi rokok. Memperlihatkan seperti inilah akibatnya jika kau merokok. Jadi rokok secara legal diterima di seluruh dunia namun juga secara legal menjadi kandidat pembunuh manusia, setiap Negara mempunyai cara sendiri untuk memperingatkan warganya terhadap efek samping rokok.

“tapi itulah manusia. Terdapat harga dari sebuah kenikmatan, bukankah itu tak ada bedanya dengan kau bermain hewan2 macam itu, kau menikmatinya kan meski secara sadar tahu akan resikonya?” ujar rino

“…………………………”

“ayo kita ke lantai 2, seperinya ada hal menarik di atas sana” sahutku

Kami pun berjalan menaiki tangga di lantai 2. Sebuah tulisan menghampiri penglihatan kami di depan

“dilarang memotret tanpa seizing dari petugas” ujar rino.

“hei, bukannya kita dari tadi bebas memotret?”

“hmmm ini tokonya, wajar saja”

“maksudmu toko merchandise?”

“seperti itu…”

Ya benar, ini adalah toko souvenir di museum ini. Berbagai pernak pernk unik dan antic dapat kau temukan disini. Mulai dari gantungan kunci, replika alat pembuat rokok hingga batik batik yang cantik nan elegan tersedia. Dari itu semua terdapat satu hal yang membuatkan terbelalak.

“bro, kemari” sahutku

“itu tempat yang luas sekali.. pantas gedung ini begitu panjang dan tak mungkin hanya sesempit ini isinya”

“mbak, sebenarnya tempat apa yang kami lihat dari balik kaca ini” tanyaku pada tour guide

“ini tempat pelintingan rokok mas. Dahulu sebelum jadi museum trmpat itu digunakan sebagai gedung teater dan kantor, namun sekarang beralih fungsi. Pada tahun 2003 kantor yang sekarang kita pijak menjadi museum dan pemandangan di balik kaca adalah tempat pelintingan rokok”

“hmm mengapa tidak menggunakan mesin?”

“rokok kretek harus diracik dan dilinting menggunakan tangan untuk menjaga cita rasanya. Terdapat 300 pegawai yang aktif di sini. Jadi tempat ini sebenarnya juga pabrik. Mas masnya dapat melihat aktivitas itu dari balik kaca ini di hari kerja”

Setelah puas melihat dan bertanya Tanya di sini, kami pun keluar dari museum dan mencari tempat lain untuk dijelajahi

“apa yang kau dapat dari tempat ini?” Tanya rino padaku

“jika liem seeng tee bisa dari nol, kenapa kita tidak?”



Tak terasa jam di handphone telah menunjukkan pukul 17.40, yang saatnya untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib. Mushola terletak di sebelah gedung ini, namun selama perjalanan kami menemukaqn sesuatu yang menarik. :

REPOSISI

10 JUNI~ 03 JULI 2011

09.00~22.00

GALERI SENI HoS

Taman sampoerna 6 surabaya

Oleh jurusan pendidikan seni rupa

Fakultas bahasa dan seni

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

“Mungkin kita bisa melihatnya setelah sholat”

“mari..”

Setelah beribadah kami berjalan menuju galeri reposisi yang terletak tepaqt di sebelah jalan mushola. Terdapat karya seni rupa yang unik, mulai dari lukisan, sketsa, hingga karya seni rupa 3 dimensi. Setiap karya yang dipajang memberikan makna tersendiri. Bagi penikmat seni, karya perupa adalah hasil “akulturasi” dari imajinasi dan kenyataan yang dipadukan menjadi produk perupa. Bagi kami yang tidak terlalu faham hal itu hanya bisa terkagum kagum namun sulit mengerti sebagian karya yang ada. Untungnya judul karya selalu dapat membantu inajinasi kami memvisualisasikan maksud yang ingin disampaikan oleh perupa. Salah satu karya menarik perhatianku di ruang tengah.

“eksotis serba kilat”

“…….”

“karya ini.. kontras sekali, ibaratkan kemajuan manusia pada gambar atas berimbas pada tanah hijau yang berada di bawah. Batas keduanya dipisahkan leleran darah, apa mungkin maksud karya ini adalah pengorbanan atas tanah hijau akibat eksotisme yang dibuat manusia?” ujarku mencoba mendeskripsikan

“cita rasa setiap orang berbeda, namun aku setuju akan hal itu”

Sebuah tangga kecil menarik kami untuk berjalan ke lantai 2. Di sini lebih banyak karya seni modern seperti foto, seni 3D, maupun seni dari hasil digital. Namun apapun bentuknya, itulah seni. Kau dapat merasakan maksud pembuatnya walaupun itu terlihat aneh di matamu. Beberapa karya unik seperti foto para reog cilik, daging ayam yang diperebutkan 5 garpu, serta kombinasi puisi dan bentuk simetris mempesona mata kami.

“bicara mengenai ide…” rino tiba tiba menyela

“ aku memiliki banyak ide untuk mempromosikan atau setidaknya memerkenalkan kota kita agar tidak hanya dikenal sebagai tempat yang terlihat maju namun juga tempat yang berbudaya dan memiliki ciri khas tersendiri” ujarnya

“apa salah satu idemu?”

“komik.. kau ahli menggambar kan? Aku sudah memiliki konsepnya tinggal bagaimana kita menjalankannya”

“hmm bagaimana jika semacam novel dengan ilustrasi? Maksudku ilustrasi yang seperti komik. Jadi kita selingi dengan komik agar menarik. Karena komik akan memakan waktu yang lama. Sementara aku bisa membantu imajinasimu karena sekarang aku sedang tekun menulis”

“bisa kita atur.. yang aku impikan adalah bagaimana caranya agar kota kita lebih dikenal sebagai kota berbudaya tidak hanya sebagai kota transit untuk mencari uang ataupun mencapai gelar”

“seperti yang dilakukan teman2 dari ITS dan UNAIR kan? Animasi suro dan boyo begitu populer dan secara tak langsung mimpi kita juga larut di dalamnya. Kita butuh relasi lain yang lebih kuat”

“benar. Lihat fenomena yang terjadi. Ambil contoh saja kawan2 kita sendiri. Apa yang mereka nikmati dari Surabaya? Hanya mall saja? Apa karena mall adalah sesuatu yang tidak ada dari daerah asalnya? Padahal wisata budaya juga banyak di sini, dan ironisnya warga Negara asing yang antusias mengenal budaya kita. Warga kota sendiri mayoritas malah silau oleh ke glamouran mall yang tumbuh berjamur sekarang”

Perkataan rino mengingatkanku pada suatu kisah tentang senampan susu. Dikisahkan seorang pegawai datang kerumah bosnya. Ia begitu takjub akan keindahan rumah bosnya, bosnya memperbolehkannya berkeliling dengan satu syarat : bawa nampan susu ini, jangan sampai tumpah. Kemudian pegawai tersebut berkeliling dan sampai pada bosnya lagi. Apa yang ia katakan? Sang bos bertanya, bagaimana keindahan rumahku?. Sang pegawai menjawab, saya tak terlalu memperhatikan bos karena konsen terhadap nampan ini. Sang bos menjawab, kalau begitu lihat sekali lagi, lupakan nampan itu, namun tetap bawa ia berkeliling. Sekali lagi sang pegawai berkeliling dan sampai ke bosnya lagi. Ia bercerita panjang lebar tentang keindahan rumah bosnya sampai tidak memperhatikan nampannya trlah kosong karena isinya tumpah. Sang bos menyuruh si pegawai untuk melihat nampannya, si pegawai hanya tertawa sampai sang bos mengatakan. Jika kau menginginkan semuanya, coba nikmati dengan sabar, hidup ini harus seimbang. Alhasil sang pegawai menyadari kesalahannya, ia melakukan keliling rumah itu lagi. Kali ini ia menikmati semua dan tetap mampu menjaga nampan susu itu, yang kemudian bosnya menyuruhnya meminumnya karena itu susu kualitas terbaik dari selandia baru.

Ketekunan yang berbuah kenikmatan…

2 kali aku menemukan kata seimbang, satu kunci ketekunan telah ditemukan. Lalu apa kunci lainnya?

“mungkin kita bisa berdiskusi selama perjalanan” ujarku

“bisa, hari juga sudah cukup malam, maukah kau mampir kerumahku? Ada hal yang kausuka disana. Terutama orang geografi. Kau suka wall climbing kan??”

“jujur saja aku belum bisa, kecuali jika ada ular di atasnya hahahaha”

“semoga saja”

Dengan langkah santai dari tempat ini, kami berjalan menuju parkiran mengambil sepeda kami. Jam menunjukkan pukul 19.30, dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah rino. Perlahan aku memalingkan wajah untuk berpisah dengan tempat ini. Yang memberiku banyak inspirasi juga pertanyaan. Kata sukses begitu mudah diucapkan namun tak semudah itu dilakukan. Bukan sulit, namun tak mudah. Mudah adalah factor positif yang akan menuntun kita menuju resep rahasianya….

Jadi, apakah kalian juga ingin mengunjungi tempat ini?


Bersambung









Surabaya bicycle adventure : into the hidden district bagian ketiga, final story.

Murid langit dan kereta tua

Perjalanan menuju rumah rino kami lakukan dengan betukar sepeda. Rino menaiki sepeda gunungku dan aku menaiki sepda kebo hybrid miliknya. Terang saja penampilan kami berkebalikan. Aku berpakaian hitam hitam dengan topi koboi di kepala, sangat pantas jika menggunakan speda rino yang juga hitam dan unik. Sedangkan rino mengenakan kacamata hitam, jeans bolong dan tas tentara, seperti turis dari afrika selatan. Sangat cocok memakai speda gunung silverku.


Selama perjalanan fikiranku masih diselimuti oleh lambang sampoerna, kisah susu dan mimpi rino. Yang kutemukan hanya pertanyaan dan analogi, belum pada tahap solusi. Aku juga hampir lupa memperhitungkan factor persaingan. Dan bisnis yang kulakukan memang unik, kualitas barang bisa berubah rubah tergantung keadaan karena aku menjual makhluk hidup. Jadi apa yang membedakan jika kualitas dapat berubah rubah?. Yang aku fikirkan adalah pelayanan dan ilmu. Agar aku lebih mengerti apa yang kujual aku membutuhkan ilmu, ilmu yang kudapat dari buku, pengalaman maupun riset pribadi. Pelayanan, karena pada dasarnya aku penghobi maka aku dengan senang hati melayani orang orang yang baru terjun dalam dunia ini. Namun, ada perkataan perkataan yang kuingat dari temanku yang sudah berpengalaman di dunia ini

“lupakan cintamu, jika terlalu cinta kau akan sulit menjual mereka, dan pada akhirnya kau merugi”

“pebisnis harus fokus terhadap keuntungan dan kerugian. Lupakan soal hati, yakinkan kualitasmu sudah terbaik”

“kau orang yang ambisius, kau akan sulit membedakan antara mengoleksi dengan variasi produk”

Benar sekali semua kata kata itu. Aku pun menyadari akan hal itu. Mungkin untuk permulaan aku mencoba dari hal yang aku sukai, yaitu hewan peliharaan. Kalaupun aku gagal aku akan berusaha bangkit. Karena kita semua tahu, orang sukses lahir dari kegagalan yang menempanya, bukan dari keberhasilan instan. Dia lahir dari aplikasi ilmu yang sudah dipelajarinya dan menerima segala resiko yang diakibatkannya. Tapi ini merupakan disertasi yang sulit membedakan smua. Semua harus diatur sesempurna mungkin. bagaimana caranya??


Kami berdua merasakan hal yang sama yaitu lapar. tepat di ujung jembatan merah kami berhenti sejenak untuk menikmati nasi goreng bersama. Sambil makan kita berbicara bersama.

“jadi bagaimana kabar bisnis hewan extreme mu? Tanya rino

“alhamdulilah berjalan lancar, meski sekarang sedang krisis karena beberapa pet sakit sehingga aku intenskan untuk recovery”

“memang sudah berapak koleksi yang kau jual?”

“cukup banyak, sudah bisa kirim luar kota bahkan luar pulau. Sekarang aku merambah ke pasar lain”

“seperti?”

“tanaman karnivora dan ikan predator”

“jadi apa sekarang kau mengalami krisis financial?”

“aku tidak menganggap krisis, hanya berdiam saja dahulu. Menunggu saat yang tepat. Banyak sekali penawaran dari teman2 lain yang kutolak karena sedang sepi permintaan. Untuk itu kesempatan ini aku gunakan untuk merambah yang lain agar tetap bisa berjalan. Selain variasi, hal ini tentunya akan lebih meng “unik” kan aku daripada yang lain”

“pelayanan adalah kredibilitas utama”

“kau melewatkan kesempatan banyak, tentang banyak order yang tidak bisa kau sanggupi hanya karena fokus terhadap recovery? Tidakkah itu merugikanmu? Kau melewatkan keuntungan itu”

“aku menunggu gajiku bulan ini untuk berinvestasi lagi, keuntungan bulan lalu sudah cukup menutupi dan masih mampu surplus”

“bagaimana denganmu? Tidakkah kau ingin membuka usaha?” tanyaku

“aku hanya penghobi, aku lebih suka mengabdi, menikmati hasil seperti itu bagiku kurang pantas” kata katanya persis seperti yang diucapkan temanku ilham.

“berbicara masalah cangkruk, kau bisa kunjungi kami di kampus B unair, di sana kami selalu bertukar fikiran. Tidak ada ide yang dianggap tolol ataupun mengagumkan, yang dilakukan hanyalah saling menerima, bertukar informasi”

“lantas, apakah ide ide itu terealisasikan?” sahutku

“…………” rino terdiam

“kau sudah mendengar apa yang ada dalam fikiranku. Aku terlalu takut untuk memulainya, dan pada akhirnya ide tersebut hanya menguap menjadi kenangan manis yang tak mampu tercipta nyata”

“kau membutuhkan orang movers…” jawabku

“cukup mustahil rasanya, namun jika di depanku adalah seorang movers, aku mungkin bisa mengandalkannya”

“bagaimana jika suatu saat usahamu berbuah manis dan kau melupakan semua esensi yang kau ceritakan, manusia bisa silau dan lupa jikia hal itu terjadi” sambung rino

Dari dalam tas aku mengambil sesuatu, sesuatu yang hampir membuat orang orang sekitar ketakutan

“perkenalkan ini longfang, ular cincin emas. Partnerku. Longfang sudah menemaniku sejak langkah pertama aku memulai bisnis ini di tahun pertama. Aku mendidiknya dari ganas total menjadi jinak dan bersahabat, cincin mas terkenal sebagai ular yang sulit beradaptasi, sulit makan, namun aku mampu membuatnya makan hanya dalam waktu satu bulan. serta mampu menjadikannya kawan sosialisasi yang baik terhadap masyarakat. Jika aku menjualnya kau boleh maki aku sebagai manusia paling pelupa.”

“jika ular koleksimu bagus bagus, mengapa kau memilih ular ini? Bukankah ini ular murah?”

“di situlah letaknya. Aku akan membedakan hal itu. Seperti yang liem seeng tee lakukan, siapa mengira jika dia sukses dan menyimpan kenangan kenangannya selama susah. Dan kini ia membaginya dengan kita. Melalui hal yang biasanya dilupakan orang ketika ia sukses, yaitu masa lalunya. Longfang kan menjadi symbol idealisku, dimana aku harus mampu menjalankan komersial dengan idealis dengan seimbang. Semua mendapat perlakuan sama, hanya saja ada satu yang diutamakan, karna pada dasarnya aku penghobi, bukan silau oleh bisnis, kau bisa tanyakan kepada teman2ku dari smp hingga sekarang”

“pertahankan idealismemu kawan, tapi kau sadar kan hal itu tak akan membuatmu kaya?”

“sukses.. itulah impianku, bukan kaya. Tapi sukses…”

Kami terdiam sejenak, obrolan ini cukup membuatku sedikit panas. Tapi memang itulah kenyataan yang terjadi, prinsip keseimbangan semu. Aku bahkan pernah hampir menjual longfang, namun untungnya aku masih mampu menahannya. Mirza, adya, zein, agung, memey, bolot, fahmi, dan kebo. mereka mengenal longfang lebih dari teman yang lain. Sejak ganas total hingga sekarang.

“apa yang sebenarnya kurang…”

“coba fikirkan mengenai idealismu, cinta dalam bentuk lain.”

Tiba tiba sesuatu menyentak kepalaku dengan hebat. Bukan benda nyata tapi jauh dari kotak hippotalamus terdalam

“sebuah tim… a dream team”

“Maksudmu??”

“aku pernah membaca suatu buku di kost temanku bernama zein, tentang bagaimana menjadi entrepreneur sejati. menciptakan sebuah tim.. jika kita semua hanya berperan sebagai otak, tanpa penggerak lantas bagaimana semua bisa berjalan? Jika prinsip kanzen mampu menjalankan perusahaan yang dihidupi semua kalangan sampai cleaning service sekalipun. Mengapa kita tidak? Aku terlalu egois untuk berfikir mampu menguasai semuanya. Pendiri sampoerna mendirikan usahanya berbasis keluarga, dalam kata lain tim. Yang dibutuhkan adalah sebuah tim, tim yang terdiri dari ahli yang menguasai bidangnya masing masing. Menyatukan mereka dalam satu gerakan berirama. Saling bertukar informasi seperti system syaraf pada tubuh. Jika dalam konteksnya ini sebuah persaingan kepercayaan, maka keprcayaan sangat diutamakan, terutama kredibilitas orang yang dipercaya. Mencari informasi dari sang ahli, kalaupun tidak mendapat sang ahli, belajar terhadap orang yang ingin menjadi ahli, bersama melakukan trial error. Yang terpenting adalah kau mampu mempercayai orang itu, orang dekatmu.. Jika aku mampu menyatukan mereka semua dalam satu kesatuan maka….”

“kalian akan menjadi tim yang luar biasa. Orang orang akan mengenalmu bukan hanya dari kualitas barangmu, tapi juga kualitas orangnya”

“jika ada yang bermain black campaign ataupun persaingan kata maka kepercayaan adalah satu satunya kejujuran yang dapat kuandalkan”

“begitu pula aku, pertahankan idealisme mu. Idealis bukan tidak mungkin untuk sukses, tapi memilih cara yang unik untuk sukses. Hahaha, aku akan pelihara ikan arapaima atau anaconda kelak”

“kau akan membutuhkan ruang yang luas”

“selama ada kau kenapa aku harus bingung??”

“hahaha, aku ada ular hitam dari Sulawesi kau akan suka. Mampirlah lagi jika sempat. Black boiga, BB ku.”

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah rino. Longfang tertidur di topi koboiq, alhasil ku memakainya dengan longfang di atas, tapi q cemas nanti dia bisa terkena pilek, alhasil aku masukkan lagi ke dalam tas. Sebuah perbincangan yang menarik. Mungkinkah kuncinya ada pada tim? Perlahan semuanya mulai jelas. Aku selalu percaya nama miftah yang berarti kunci adalah untuk membuka gembok pertanyaan, aku harap semua miftah akan menyadarinya.. di dunia ini, Siapapun kamu, kamu adalah orang special tidak rendah dari siapapun tidak tinggi dari siapapun. Semua kelebihanmu harus dibuktikan untuk menjadi yang nomer 1. Selalu terbayang dalam fikiranku.

“jadi, dimana rumahmu??”

“sidotopo, pernah mendengarnya?”

“pernah, namun belum pernah berkunjung kesana”

“kau akan menyukainya”

Kami mengayuh sepeda menuju sebuah gerbang kecil nan gelap. Perlahan cahaya kota yang berpendar digantikan daerah luas namun gelap. Hanya sedikit penerangan yang ada di sekitar kami, nampaknya sekeliling kami adalah hamparan rumput yang luas. Dari kejauhan terlihat cahaya kecil yang masiv, sepertinya kami sudah makin dekat dengan pusat kehidupan. Memasuki gang gang sempit, ramai sekali akan orang, padahal beberapa meter sebelum kami datang benar benar gelap gulita. Tak lama kemudian kami sampai di kediaman rino. Sebuah rumah kecil dengan banyak lukisan terpajang di dalamnya. Ini merupakan kawasan padat penduduk dengan tanpa jarak pada setiap rumah. Sesampainya di sana kami meletakkan sepeda dan rino mengajakku berjalan ke suatu tempat.

“apa mungkin di tempat seperti ini ada wall climbing?” fikirku

Sampai kami akhirnya tiba di sebuah kuburan, bukan kuburan biasa. Ini adalah kuburan gerbong kereta tua. Gerbong kereta yang sudah tak layak beroperasi berbaris rapi di sini dalam keadaan berkarat, siap ambruk, karena mur dan batunya sudah dikilokan, tapi masih mampu berdiri kokoh di atas rel kereta. Rino mulai memanjat lewat sambungan gerbong kereta, menumpukan kakinya di setiap sisi untuk mendapatkan pijakan dan mencapai atap kereta. Menarik sekali, apalagi tidak ada penerangan di sini. kami hanya dipandu cahaya bulan dan cahaya api dari orang yang membakar sampah di seberang.

Sesampainya di atap rino langsung tiduran. Kucoba ikut menikmatinya. Dan ini hal yang luar biasa, di tempat ini aku mampu melihat angkasa luas dari semua sudut, merasakannya bagai kubah, bukan sebagai objek datar. Melihatnya lepas seperti waktu napak tilas di blitar, bukan melihatnya sambil terhalang bangunan dari manyar.

“aku selalu berfikir di sini… merasakan langit, bahkan tertidur di sini.. coba rasakan aromanya” katanya sambil tiduran

“sungguh menyenangkan, aku akan mencerpenkan kisah ini..” aku mengikutinya

“latihanmu untuk menulis?”

“ya.. banyak sekali hal yang ingin kulakukan dalam hidup ini, termasuk menulis. Memang aku belum pernah memenangkan satu lomba pun. Tapi hal ini akan semakin menempaku menjadi lebih baik. Lagipula, aku juga masih bermimpi menangkap piton 7 meter ke atas”

“hah….???”

“tentunya dengan tim, mati aku jika sendirian”

“hahahahahaha”

“hmmm kenapa kau sedikit terasing disini? Maaf jika kata kataku sedikit menyinggung”

“kau sedang berada di kawasan bebas. Pemuda pemudi di sini banyak yang perokok, peminum pecandu narkoba, bahkan pemain seks. Aku pernah minum, rasanya memang nikmat di awal tapi kau tak akan mau mencobanya lagi”

“lalu…?”

“aku akan mempertahankan idealisku, jika aku mampu bertahan dalam kondisi ini. Lingkungan memang faktor utama pembentuk seseorang namun para ahli melupakan faktor iman dan kesadaran”

Kondisi yang dialaminya sama dengan temanku miftah farid. Seseorang yang berusaha mempertahankan kebenaran di atas terpaan keburukan yang selalu berputar disekitarnya.

“aku seperti mampu menyentuh langit, dekat sekali..” gumamku

“sayang hanya ada awan…”

“sedikit bintang berkedip dari sana..”

“ini… awan kumulonimbus, awan yang paling dekat dnegan daratan.. bentuknya tebal dan besar.. untung saja aku jarang membolos pada kuliah meteorology”

“hahahaahahha” kami tertawa bersama

“lalu apa yang akuntansi Negara pelajari?”

“kami menghitung, sebuah probabilitas”

“salam buat rinda, dia salah satu temanku Sma. Mungkin juga mengenalmu, tawarkan ular pada dia. Pasti dia ingat aku. “

Langit kelabu dengan awan kumulonimbus samar samar bergerak menutupi cahaya bulan dan kelap kelip bintang, suara layangan soang terdengar merdu di telingaku. Semacam layangan raksasa dengan lampu kelap kelip dan dapat berbunyi jika terkena angin karena ada bagian yang dapat bergetar. Percikan kembang api membangunkan kami. Tower yang sebelumnya samar samar, terlihat akibat cahaya kembang api.

“sudah malam, mungkin aku harus kembali”

“kalo begitu ayo kita kembali ke rumahku”

Rino berlari dengan lincahnya tanpa terpeleset di atap gerbong. Sepertinya jiwa bonek sudah mengisi kesadarannya. Sedangkan aku masih berjalan perlahan lahan dan berhati hati. Rino kemudian turun dan mengajarkanku cara yang sama ketika naik.

Sesampainya di rumah rino aku mengeluarkan longfang. Rino hanya tersenyum dan aku menyahutinya “sosialisasi”. Begitu antusias warga sekitar untuk mengenal ular, aku pun member edukasi singkat mengneai ular yang kubawa, kebanyakan pertanyaan mengacu pada ragam ular berbisa dan kemiripan longfang dengan ular weling yang mematikan. Anak anak kecil yang semula takut akhirnya berani untuk memegang longfang. Bersama rino mereka saling belajar mengenal ular. Tidak menganggapnya sebagai musuh, namun sebagai tetangga yang berdampingan. Bertemu dengan om rino yakni om agus membawa kami pada obrolan seputar pengalaman tentang ular. Respon yang baik mungkin akan membawaku ke sidotopo untuk sosialisasi lagi.



Kami mengayuh sepeda bersama dan berhenti di suatu tempat

“dari sini lurus akan tembus gubeng’

“thanks bro… kapan kapan kita bersepeda lagi, dan aku janji untuk mengajak kawan2 bersama kita”

“bersama kita akan memperkenalkan Surabaya, Surabaya tidak sesempit yang kesibukan kita katakan tapi seluas apa yang keingintahuan rasakan”

“ya.. dan aku masih memiliki hutang menyusuri si jembatan tua”



Kami bersalaman dan berpisah menuju arah masing2…

Aku tunggu petualangan selanjutnya…



Sabtu, 22 Januari 2011

Kakek tua dan timbangan berkarat

Malam yang gelap bersambut pagi, mengawali hari sebuah kampung kecil di tengah kota jakarta. Di sebuah rumah kecil yang terbuat dari anyaman rotan, terlihat seorang kakek tua sedang menyalakan lampu ubliknya. Sang kakek Sayu menatap surya yang masih malu menampakkan dirinya. bau menyengat sampah yang mengelilingi kampung ini, tak mengganggu kakek yang telah hidup berpuluh tahun di kampung ini. Perlahan sang kakek tua masuk ke dalam rumah, membawa penerangan untuk melihat ruangan yang gelap. Dilihatnya kedua cucu kakek yang masih anak anak sedang tertidur pulas di lembaran Koran. Sang kakek tersenyum kecil, memperlihatkan gusinya yang sudah tak ditumbuhi gigi. Dengan Perlahan, dia kecilkan api di dalam lampu ublik. Kemudian, si kakek mengenakan peci kecil di kepalanya dan mengambil tas kecil berwarna pink milik cucunya. Langkah kecil nan senyap mengawali hari sang kakek keluar dari rumah, sembari menutup pintu dengan lembut. Sang kakek melihat rumah rumah semi permanen di sekelilingnya, nampaknya warga di sini sudah bersiap mengawali hari mereka.

“kek ahmad.. hati hati di jalan ya kek..” ujar seorang pemulung

“kek… jangan lupa makan…” kata seorang bertubuh kekar di belakangnya

“kek… selalu berdoa di jalan ya…” teriak seorang penarik gerobak sampah dari kejauhan

“iya nak… terima kasih, semoga kalian dilimpahkan rejeki dan kesehatan oleh Allah SWT, kakek mau berangkat dulu… assalamualaikum..” ujar si kakek tertatih tatih.

“wa’alaikumsalam…”

Kek ahmad berjalan meninggalkan kampung kecilnya, menyebrangi jalan kota yang masih lenggang oleh manusia. Sesaat ia teringat akan kedua cucunya di rumah, namun kek ahmad harus bekerja untuk menghidupi sisa keluarganya. Kek ahmad berjalan menyusuri kampung kampung kecil yang terselip di antara gedung gedung tinggi, menawarkan jasa dan pengalaman yang ia punya. Dibukanya tas pink yang ia panggul dan mengeluarkan sebuah timbangan badan yang telah berkarat sebagian.

“timbang badan… tensi darah…..” teriak kek ahmad sambil menyusuri gang kecil.

Tak ada hal lain yang bisa dilakukan sang kakek. Meski jasa yang ditawarkannya telah berada di tepi zaman, kek ahmad tetap bersemangat menjalaninya sebagai penjual jasa menimbang badan dan mengukur tensi darah.

“kek ahmad… kemari kek….” Ucap seorang wanita tua berkerudung dari sebuah rumah

“eh… bu haji……” balas kek ahmad.

Bu haji membukakan pagar dan mempersilahkan kek ahmad masuk ke teras rumahnya. Kek ahmad berjalan pelan memasuki rumah sambil mempersiapkan timbangan badan, dan alat ukur tensi darah dari dalam tas. Bu haji menapakkan kakinya di atas timbangan tua milik kakek.

“60 kilogram bu haji…alhamdulilah,”

“iya kek. Kek, babe juga mau diukur tensi darahnya..”

“iya bu haji…” ujar kek ahmad sambil mempersiapkan alat ukur tensi darah

Kek ahmad membuka sarung alat tensi, mengalungkannya di lengan babe yang duduk di kursi goyang. Tangannya yang sudah terlatih beserta pengalamannya selama 20 tahun membuat kek ahmad begitu cekatan. Dipompanya bola karet yang tersambung dengan alat tensi dan kek ahmad melihat angka yang ditunjuk jarum ukur.

“140 / 80 be.. normal…..alhamdulilah..”

“alhamdulilah… ni kek, ambil semuanya..” ujar babe sambil menyodorkan lembaran 10 ribu rupiah

“alhamdulilah… terima kasih be…, semoga selalu diberi kesehatan dan kelimpahan rejeki oleh Allah SWT..”

“iya kek.. amin, amin..”

Kek ahmad memang bukanlah seorang lulusan sarjana kesehatan, semuanya ia dapat secara otodidak. Namun pengalaman dan kegigihannya untuk terus belajar membuat kek ahmad piawai menggunakan alat tensi darah dan melihat kesehatan pelanggannya melalui alat itu. Dengan hati senang, kek ahmad meninggalkan rumah bu haji dan kembali melanjutkan perjalanan mencari nafkah di luasnya Jakarta. Di tengah jalan, kek ahmad menawarkan jasanya kepada seorang wanita muda.

“timbang badan.. tensi darah….,mau timbang badan mbak?”

“enggak pak terima kasih…”

“mari bu…”

“mari pak….”

Meski kini puskesmas lebih dipilih masyarakat, kek ahmad tetap gigih menjalankan pekerjaannya yang sudah tak seramai dulu. Disusurinya setiap gang yang ia temui, menawarkan jasanya kepada siapapun yang ia temui. Kek ahmad tetap bangga menjalankan pekerjaan dan ilmunya. Karena, ia masih memiliki harga diri daripada mengemis di pinggir jalan.

“timbang badan.. tensi darah… bu mau timbang badan?”

“boleh kek….” Ujar si ibu dan menapakkan kakinya di atas timbangan

“45 kilogram bu, alhamdulilah…”

“iya.. terima kasih kek..” ujar si ibu sambil menyodorkan uang 500 perak

“terima kasih bu, alhamdulilah..”

Kek ahmad selalu percaya bahwa rezeki telah diatur oleh yang maha kuasa, rezeki akan selalu ada dan dibagi rata kepada semua makhluknya. Berapapun yang diterima, kek ahmad tetap bersyukur menerimanya. Setelah melayani ibu tadi, kek ahmad kembali melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, perut kek ahmad mulai bergetar merasa lapar. Ia mendatangi sebuah warung yang berada di pinggir jalan. Tubuhnya yang mulai ringkih duduk di sebuah kursi panjang di dalam warung.

“bu.. nasi tempe satu.. bubur ayam 2, dibungkus.. saya bawa tempatnya”

“iya pak, tunggu ya…” ucap ibu pemilik warung

Kek ahmad menikmati makanan dari hasil jerih payahnya itu, ia bersyukur dapat makan hari ini, dan yang terpenting, kedua cucunya bisa makan bubur ayam favorit mereka.

“buat siapa pak bubur ayamnya?” ujar ibu pemilik warung sambil mengusap wadah kek ahmad dengan lap

“buat cucu bu… mereka suka daging, jarang sekali saya bisa membelikan daging untuk mereka”

“oh… tinggalnya dimana pak?”

“di depok bu…”

“ ini pak bubur ayamnya, masih hangat. Perjalanan bapak kan jauh, jadi saya dobeli biar ketika bapak sampai, insya Allah masih hangat”

“terima kasih bu, semoga selalu diberi kesehatan dan rejeki yang melimpah oleh Allah SWT”

“Amin pak…”

Kek ahmad berlalu meninggalkan warung, sang ibu pemilik warung melihat kakek dari kejauhan sambil menghela nafas panjang. mendoakan keselamatan kakek yang berjuang di tengah teriknya Jakarta. Dalam perjalanan kakek ahmad melihat sebuah insiden yang mengejutkannya. Seorang pemuda di tepi jalan dirampas dompetnya oleh 2 orang yang mengendarai sepeda motor.

“jambrettt jambreettt !!! ujar pemuda itu

Kejadian itu begitu cepat berlalu, si pemuda tertunduk lesu. Dompetnya yang berisi uang sejumlah 1 juta rupiah hasil jerih payahnya selama dua bulan ini, raib dicuri orang. meski di sekelilingnya terdapat banyak orang, mereka acuh tak acuh terhadap nasib pemuda itu. Kek ahmad yang merasa iba menghampiri si pemuda.

“nak… yang tabah ya… ini kakek ada sedikit rejeki buat naik angkot”

“umm.. iya kek terima kasih…..”

“berapa nak isi dompetnya?”

Emm.. satu juta pak, padahal anak istri saya menunggu di rumah.. saya nggak tahu lagi harus gimana, itu uang untuk hidup saya beberapa bulan ke depan.."

“di dekat sini ada kantor polisi nak, mari kakek antar melapor..”

“iya pak.. terima kasih..”

Sang kakek menunda perjalanannya dan mengantar pemuda itu ke kantor polisi untuk melapor. Sesampainya di sana, si pemuda mengurus kasusnya sementara sang kakek melaksanakan sholat dzuhur di mushola. Tak lama berselang, si pemuda keluar dari kantor polisi dan menjumpai sang kakek sedang berdoa di dalam mushola. Dengan sabar pemuda itu menunggu si kakek menyelesaikan ibadah.

“kek.. terima kasih ya… saya tidak tahu lagi harus bilang apa..” ujar si pemuda sambil menyalami kakek

“iya nak.. yang tabah ya.. ini cobaan dari Allah SWT, semoga kamu bisa lebih kuat setelah ini”

“iya kek… saya pulang dulu ya kek… assalamualaikum”

“waalaikumsalam Wr. Wb nak…”

Pemuda itu berlalu meninggalkan kantor polisi, sementara kek ahmad kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri gang kecil di sekitar polres, sambil terus meneriakkan jasanya kepada warga yang membutuhkan.

“timbang badan… tensi darah…….”

“pak.. tensi darah..” ujar seorang pria di balik rumah

“iya pak… sebentar, saya kesana..”

Kek ahmad membuka tas pink miliknya. Betapa kagetnya ia karena tak menemukan alat tensi darah miliknya, yang ada hanya timbangan tuanya yang berkarat. Kek ahmad menenangkan dirinya, sementara pria di dalam rumah sudah tidak sabar menunggu si kakek.

“umm.. maaf nak.. sepertinya kakek lupa bawa alat tensi kakek..”

“wah.. gimana sih kakek.. mulai pikun ya…”

“iya nak.. kakek sudah agak pikun.. timbang badan saja gimana nak?”

“wah enggak kek.. itu namanya memang pikun.. timbangannya jelek, karatan. nanti kaki saya kena tetanus” cibir pria itu

“iya maafin kakek ya nak.. terima kasih, kakek permisi dulu.. assalamualaikum..”

“ya ya.. wa’alaikumsalam”

Kek ahmad tidak menyadari akan kehilangan alat tensi yang sudah mencari nafkah bersamanya selama ini. Ia tak mau su’udzon terhadap pemuda tadi. Dihilangkannya fikiran negatifnya itu. Kek ahmad menyadari akan cobaan yang sama dihadapinya dengan pemuda tersebut, jadi ia berusaha tabah seperti apa yang dikatakannya. Sambil tersenyum kek ahmad tersu berjalan menyusuri jalan, bersama timbangan berkaratnya yang tersisa.

_____________________________________________________________

Hari mulai sore, kek ahmad nampak kelelahan. Ia berfikir untuk menyudahi pekerjaannya hari ini dan segera pulang menjumpai cucu kesayangannya di rumah. Perjalanan kek ahmad terhenti di sebuah masjid besar di depannya, Ia menyempatkan diri untuk menunaikan sholat ashar di masjid. Kek ahmad dengan khusyuk menjalankan ibadah kemudian berdoa dan berterima kasih kepada Allah SWT atas rezeki dan cobaan yang ia terima hari ini. Kek ahmad dengan ikhlas dan tabah, menerimanya sebagai jalan menuju orang shalih. Ketika sedang berdoa, seseorang menepuk punda kek ahmad.

“kakek.. kek ahmad ya..?”

“iya nak… ada perlu apa?’

“begini kek, ada waktu sebentar tidak? Saya mau ngobrol dengan kakek. Tapi di teras masjid saja ya pak? Di sini bisa menganggu yang lain”

“iya nak.. “ ujar kek ahmad, kemudian keduanya berjalan menuju teras masjid.

“begini kek.. saya sudah mendengar banyak informasi dari warga sekitar kalau bapak ini penjual jasa menimbang badan dan mengukur tensi darah, apakah itu benar?”

“benar nak.. nak mau nimbang badan? Tapi Alat ukur saya ketinggalan di rumah nak”

“enggak kek, nggak usah.. saya dokter dari puskesmas dekat kampung bapak”

“apa nak mau menyuruh saya untuk berhenti dari pekerjaan ini? Maaf nak, Cuma ini keahlian kakek untuk bisa menyambung hidup…”

“tidak kek.. justru sebaliknya, pengalaman kakek tentu akan sangat berguna jika kakek mau bekerja di puskesmas”

“apa benar itu nak?? Nak dokter mau mempekerjakan saya di puskesmas??”

“iya kek.. benar.. Maaf kalau saya menganggu ya kek..”

“enggak nak.. justru kakek bahagia sekali, dari dulu kakek ingin sekali bekerja di instansi kesehatan.. kakek ingin sekali bisa menolong orang banyak di sana… dan…. Kakek ingin sekali naik haji dan bisa menyekolahkan cucu cucu kakek”

“iya kek semoga itu semua bisa terkabul, yang jelas Allah SWT telah berkehendak. Kakek akan mendapatkan tempat layak di puskesmas dan tak perlu repot repot berjalan menyusuri kota untuk menawarkan jasa kakek, para pasien lah yang akan menghampiri kakek..”

“terima kasih ya Allah.. terima kasih nak…” ujar kek ahmad sambil terisak isak menyalami tangan dokter muda itu.

“umm hari sudah sore, tentu kakek mau pulang menemui cucu kesayangan kakek kan? Mari kek saya antar naik mobil saya..”

“iya nak terima kasih, tapi kakek masih ada urusan.. nggak mau merepotkan nak dokter…”

“umm.. oke kalau begitu kek. Kami tunggu besok ya kek.. kakek datang jam 7 pagi, langsung masuk saja. Semua sudah kenal kakek.. ya sudah kek, assalamualaikum”

“wa’alaikumsalam nak..” kek ahmad mengusap butir air yang mengucur dari matanya

.

Dokter itu berlalu meninggalkan kakek ahmad. Senyum simpul merekah di wajah keriput kek ahmad. Dia bersujud syukur, semuanya seperti keajaiban. Kehilangan yang ia miliki digantikan oleh Allah SWT dengan mimpi yang menjadi kenyataan. Sambil membawa bubur ayam yang mulai dingin itu, kek ahmad melanjutkan perjalanannya.

Sebelum pulang, kek ahmad menyempatkan diri ke toko alat alat kesehatan yang berada di pinggir jalan raya. Ia ingin menyewa alat tensi darah di sana. Sang pemilik sudah kenal betul dengan kek ahmad. Sebelum memiliki alat tensinya sendiri, kek ahmad selalu menyewa di sini.

“nak.. kakek sewa lagi ya alat tensinya, punya kakek hilang..”

“ya Allah.. kok bisa kek? Umm yaudah ni kek saya pinjami secara Cuma Cuma. Kakek kan sudah seperti bapak saya sendiri”

“terima kasih ya nak.. semoga Allah SWT melimpahkan rezeki dan kesehatan buat nak saleh..”

“iya kek… terima kasih banyak”

Sang kakek berlalu meninggalkan toko itu. namun langkahnya terhenti sejenak, Seseorang yang Nampak ia kenal sedang berada di toko itu. Penasaran, sang kakek kembali dan mendekatinya. namun Betapa kagetnya kek ahmad, rupanya orang itu adalah pemuda yang ditolongnya tadi. Ia telah menjual alat tensi darahnya kepada saleh. Sontak, pemuda itu kaget melihat kehadiran kek ahmad kemudian lari menyebrang jalan raya. Kek ahmad yang tertatih tatih segera menyusulnya

“nak…. Terima kasih….!! “ teriak kek ahmad

“Kakek… awas !!!!!!.........” teriak pemuda itu dari seberang

Sebuah truk besar menabrak tubuh ringkih kakek. Sang supir yang ketakutan segera menaikkan kecepatan truknya, dan meninggalkan kakek ahmad yang terluka di pinggir jalan. Orang orang yang melihatnya segera menolong kek ahmad yang terluka dan segera melarikannya ke rumah sakit. Sementara pemuda itu kebingungan, lalu melempar uangnya ke jalan dan berlari meninggalkan kerumunan.

______________________________________________________

“kakek..kek ahmad.. bangun kek.. waktunya bekerja..”

Kek ahmad terbangun, ia mengusapkan kedua bola matanya dan melihat banyak orang di depannya.

“kek.. saya mau ukur tensi darah saya..”

“kek saya juga…”

“kek.. saya mau timbang badan…”

“kakek ahmad kan yang terbaik di sini…saya juga ya kek”

Kakek ahmad tersenyum melihatnya, tak sadar dirinya telah berlinang air mata. Di ambilnya alat tensi darah dan timbangannya, Semuanya bersih seperti baru. Kemudian, kek ahmad dengan senang hati melayani orang orang yang berpakaian putih itu.

anak kucing dan realita


Alkisah hiduplah seekor anak kucing yang tinggal di sebuah kolong sampah di sebuah pasar ikan. Anak kucing itu hidup bersama induknya. Setiap hari ia makan di tempat yang sama , yaitu tempat pembuangan sampah. Setiap pagi sang induk membawa anaknya menuju tempat sampah untuk makan. Suatu ketika anaknya bertanya kepada induknya

”ibu mengapa manusia membuang makanan makanan lezat ini?”
Sang ibu menjawabnya dengan pelan.

” Mereka adalah makhluk yang senang menyia nyiakan rezeki.”

”tapi bu. Karena perbuatan buruk mereka kita tidak perlu lagi mencari tikus kan bu?.”

”Anakku, Memang kita hidup makmur saat ini. tapi sesungguhnya ibu malu. Sangat malu,. Ibu tidak mampu lagi mengajarimu untuk menjadi seekor kucing sejati.”
Jawab sang ibu sambil menatap langit.

Sang anak yang masih penasaran kembali bertanya kepada induknya.
”Seperti apakah kucing sejati itu bu?.”

Sang ibu terdiam. Lalu menatap wajah anaknya dan mulai menjilati dahinya.
” Kelak kau akan dituntun nalurimu untuk mengetahui siapakah kita sebenarnya”.
Ujar sang ibu lagi

Anak kucing itu masih bertanya tanya dalam hatinya. Ia sungguh tidak sabar. Namun ia tidak memikirkan itu lagi ketika induknya mengambil sepotong ikan pindang kesukaannya. Dengan lahap anak kucing itu melahapnya. Sang ibu tersenyum dan selalu berkata. ”cepat habiskan makananmu supaya kau cepat besar. Dan bisa merawat dirimu sendiri”
Sang anak tersenyum kepada ibunya. Dan ia kembali melahap potongan terakhir pindang kesukaannya

******************************************************

Di suatu pagi yang cerah. Sinar matahari mulai mengintip celah sebuah kardus tua. Perlahan anak kucing terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat menerpa kelopak matanya. Tak lama Ia menguap dan mengatup katupkan rahangnya seraya merasakan ujung lidah dan mengusap wajahnya dengan tangan mungilnya. Kesadarannya mulai kembali dari alam mimpi, ia pun melihat sekelilingnya

”mana ibuku?”

Anak kucing itu kemudian berjalan ke arah tempat sampah, berharap dapat menemukan ibunya dengan sepotong ikan pindang kesukaannya. Tak lama berselang langkahnya terhenti di tempat tujuannya. Ia melihat seekor kucing dengan belang kuning dan putih sedang mengais ngais sampah.

”ibu... apa ada makanan untukku?”
Perlahan kucing itu menoleh. Lalu membawa seekor ikan di mulutnya. Ia menatap wajah anak kucing itu.

”cari sendiri makananmu nak.”

”ha? Ibu ada apa denganmu?”

”aku bukan ibumu. Gunakan hidungmu dengan baik. Untuk apa kau terlahir dengan penciuman yang baik. Di pasar ini aku menemukan 5 kucing yang mempunyai warna sama persis denganku” ujar kucing itu.
Sang anak kucing mulai membau sesuatu yang berbeda. Dan ia sadar itu bukan bau induknya.

Kucing yang disangka induknya itu kemudian berlari, melompat di antara lapak lapak dan kemudian menghilang di antara kursi kayu.

Sang anak kucing tertegun
Aku harus gunakan hidungku untuk menemukan ibuku. Fikirnya.

Perlahan ia kembali berjalan menyusuri lorong pasar. Kemudian ia menemukan seekor kecoa sedang berlari dengan ke enam kakinya sambil membawa remah roti di mulutnya.
Sang anak kucing berlari mengejarnya lalu dengan sekali lompatan ia mencengkram kecoa itu dengan kedua telapak tangannya. Sang kecoa memohon kepada anak kucing

”ampun, beribu ribu ampun. Tolong jangan makan aku, aku hanya makhluk kecil yang rapuh. Rasaku tidak enak. Jika kau makan aku kau akan sakit perut. Percayalah kepadaku”

”kecoa aku tidak akan memakanmu. Aku hanya ingin bertanya dimanakah ibuku, apakah kau melihatnya?”

”ampun kucing. Hamba hanya memiliki sepasang mata yang rabun dan buruk. Makhluk hina sepeti hamba hanya mampu membedakan mana yang enak dan tidak enak”

”jadi kau tidak tahu di mana ibuku? Sahut si kucing

”jika hamba memberitahu apakah hamba akan dilepaskan?”

”tentu saja” kata anak kucing

”baik, tadi ketika ku memungut remah roti ini. Aku merasakan derap langkah seekor kucing dari kedua sungutku. Dan sepertinya aku mendapat gambaran itu ibumu!”kata si kecoa

”sungguh? Apa berwarna kunig dan putih?”

”ya!! Itu dia!!. Sekarang tolong lepaskan hamba”

Sang anak kucing melepaskan cengkramannya terhadap kecoa. Kemudian kecoa berlari menjauhi anak kucing .sang kecoa berbalik menatap si anak kucing

”Kau tahu? Mengapa jenismu begitu lemah di dunia ini? Karena jenismu begitu sombong dengan kekuatan dan naluri yang kalian miliki. Kalian terlalu membanggakan ukuran dan melupakan seberapa pentingkah ukuran dan dimensi hidupmu. tak kusangka, seorang anak predator tertinggi di tempat ini begitu mudah ditipu olehku. Kau bahkan tak lebih baik dari anak anakku yang sudah mampu hidup sendiri ketika lahir. Tidak sepertimu yang masih merengek mencari ibumu. Pantas saja bangsa kucing banyak yang punah. Sementara kami? Sepanjang sejarah leluhurku bangsa kecoa telah banyak melihat dinasti makhluk makhluk adidaya hancur. Kadal raksasa, kucing raksasa. Apa ukuran merupakan segalanya? Khah.. makhluk kecil seperti kami lebih pantas terus hidup di bumi. kami tidak perlu memakan tempat untuk tetap lestari. Kau akan menunggu giliranmu punah karena monyet tak berbulu.. Dan kami tinggal menunggu monyet tak berbulu itu melakukan kesalahan yang memusnahkan jenisnya sendiri. Hahaha!”

Anak kucing itu langsung naik pitam dan mengejar kecoa itu. Dengan sigap ia menancapkan kuku kuku tajam ke arahnya.perlahan ia membuka genggamannya dan mendapati tidak menangkap apapun. Kecoa itu rupanya telah memasuki celah sempit yang tidak bisa ia lihat dengan mata telanjang

Dengan penuh kekesalan, anak kucing itu kembali melanjutkan pencarian ibunya dengan hidung yang menuntunnya dan perut yang mulai berbunyi. Akhirnya ia sampai di ujung lorong dan melihat langit luas dan tiang tiang yang berjajar rapi terhubung oleh benda panjang berwarna hitam

Anak kucing itu melihat sekelibat benda hitam menutup cahaya matahari sesaat. Hal itu membuat sang anak kucing ketakutan dan bersembunyi. Perlahan ia mulai mengamati benda hitam itu dengan mengintip dan menyeringai seraya mempertahankan diri.

”tenanglah nak. Aku tidak akan memakanmu”

”makhluk apa kau..?” kata anak kucing mulai tenang

”oh. Jadi kau tidak pernah melihatku seumur hidupmu?”

”tidak.. apa kau tahu ibuku?”

”mengapa kau bertanya itu kepadaku?” ujar makhluk itu. ia merentangkan sayap hitamnya dan membuka paruh tajamnya. Perlahan ia meluncur terbang ke sebuah tiang yang lebih rendah. Dan mendapati seekor anak kucing kecil yang bertanya kepadanya. Sang anak kucing mulai memberanikan diri untuk menatap langsung makhluk itu.

”aku adalah burung gagak. Aku diutus oleh langit untuk membersihkan dosa jiwa jiwa yang telah mati. Lalu mengapa makhluk kecil sepertimu berkeliaraan tanpa perlindungan?
”wahai burung gagak yang baik. Aku hanya ingin bertanya dimana ibuku?” ujar anak kucing mulai tidak sabar.

”apa penting aku menjawab pertanyaanmu?pantas saja kau tak pernah melihatku. Rupanya indukmu tak pernah mengajakmu keluar dari tempat bau itu. kau makhluk yang kecil dan rapuh. Kau sungguh beruntung aku tidak diutus langit sebagai pemakan daging segar. Yang kumakan hanya jiwa jiwa mati seperti yang kucengkram ini” sahut gagak sambil mencabik daging berwarna hitam di kakinya.

”apa yang kaumakan itu? Boleh aku meminta sepotong saja. Aku sangat lapar..”

”ini adalah daging burung gagak. Apa kau masih menginginkannya?”

Sang anak kucing terkejut sekaligus takut. Ia mulai memberanikan diri untuk bertanya kembali. Ia mulai berfikir bahwa burung gagak adalah makhluk yang kejam.

”mengapa kau memakan sesamamu?.. itu sungguh mengerikan...” ujar sang anak kucing pelan.

”ketika kau mengetahui apa yang harus kau lakukan. Maka, tidak ada batasan yang cukup jelas bagimu di dunia ini. Kelak kau akan mengetahui mengapa dunia ini begitu kejam.kau harus mampu meniadakan hukum yang berlaku ntuk tetap hidup. Suatu saat Kau harus sadar. Makhluk suci sepertimu kelak akan menjadi jiwa yang menimbun dosa. Lalu aku akan membersihkan dosamu dengan memakan dagingmu secuil demi secuil.”.

”tidak akan! Kau pasti akan dibunuh terlebih dahulu oleh ibuku yang lebih besar darimu. Kau tidak akan sempat memakanmu. Hai burung gagak! Langit itu biru. Langit itu bersih! Tidak sepertimu yang hitam dan kotor! Jika aku besar nanti aku bersumpah akan menjatuhkanmu dari tiang itu.!”
ujar Sang anak kucing mulai marah dan menggeram ke burung gagak

burung gagak itu berkoak dengan keras. Memekakkan telinga sang anak kucing

”dunia ini tidak sebersih yang kau kira nak. Sebiru apapun langit. Suatu saat ia akan menghitam dan menangis. Dan seberapa kuatnya ibumu suatu saat langit akan mengutusku untuk mengantar jiwa ibumu ke surga. Dan sehitam apapun buluku kau akan mengetahui bahwa hitam tak selalu kotor. Pergilah cari ibumu. Kau belum cukup mengetahui kejamnya hidup ini”
Perlahan gagak mulai mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah timur. Kepakkan sayapnya memantulkan sedikit cahaya matahari ke mata sang anak kucing

Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa beberapa detik yang lalu ia menyaksikan si burung gagak bercahaya. Apa benar hitam tak selalu kotor? Tanya sang anak kucing dalam hatinya. Ia sungguh kalut. Makhluk makhluk yang ia temui selalu mencela pendapatnya. Ia mulai gusar mengingat pernyataan dari kecoa dan burung gagak. Perlahan ia mulai merenung untuk apakah tujuannya hidup di dunia ini jika tubuh ini terlalu lemah untuk hidup. Dan untuk apa hidup jika suatu saat harus berakhir di perut gagak.

Ia tidak menyangka. Perjalanannya untuk mencari induknya telah membuatnya harus berfikir panjang. Perlahan ia mulai menenangkan diri. Menjilat seluruh tubuhnya dan tetap fokus pada tujuannya mencari induknya. Ia mulai meyakinkan dirinya untuk tetap mencari induknya.

”ibuku pasti akan kutemukan. Lalu ibu akan menghadiahi ikan pindang kesukaanku karena aku telah berhasil menemukannya. Aetelah itu aku mendapat pelukan hangat olehnya. lalu aku akan menceritakan kisahku selama perjalanan bertemu kecoa bodoh dan burng gagak kotor. Ibuku pasti senang. Aku yakin itu”

Sang anak kucing kembali melanjutkan perjalanan. Bau induknya mulai menuntunnya memasuki rerumputan tinggi. Ia merasa ketakutan dengan tempat asing itu. Namun semangatnya untuk menemui induknya lebih besar dari rasa takutnya.

Dengan hati hati ia memasuki rerumputan tinggi, memulai langkah pasti. Pelan pelan memijakkan kaki mungilnya ke tanah. dengan rumput rumput membayangi cahaya matahari ke arahnya.

Telinganya bergetar. Merasakan ada sesuatu gerakan yang mencurigakan.

Sejurus kemudian sebuah mulut besar mendatanginya dengan kecepatan tinggi dari arah samping.

”MEEOOONNGG!!!” ia melompat menghindari serangan.

Mulut besar itu kemudian kembali menghilang diantara rerumputan.

”SIAPA DI SANA....!” teriak anak kucing mulai ketakutan. Ia mulai bernafas dengan cepat. Jantungnya berdegup kencang.

”srak.. srak....” rerumputan kembali bergoyang. Membuat sang anak kucing kembali waspada. Mata dan telinganya berputar ke segala arah.

”GRAAAAAA!!!” mulut itu kembali datang mencoba menerkamnya.

CTASSS!!. Anak kucing itu terhempas ke tanah. Tak lama Kemudian ia bangkit. Nafasnya terengah engah. Ia melihat kaki belakangnya mulai mencucurkan darah. Ketakutan mulai menyelimuti tubuhnya

”csshh......”
Makhluk itu mulai menampakkan dirinya. Bertubuh panjang dan memilik mata yang tajam. Lidahnya menjulur julur seolah olah ingin mencicipi darah yang membekas di kaki anak kucing itu

”HRRRR...!!” anak kucing mulai menggeram. Antara marah dan ketakutan.

“HA…HAAA… hai kucing senang berjumpa denganmu lagi…..”
Ujar ular itu sambil terus mendesis

” mau apa kau! Jangan mencoba menggigitku lagi atau aku akan mencakarmu! ”

”cakar? Kau bahkan tidak memiliki cakar. Lihat taringmu yang tumpul itu. Apa kaugunakan untuk menggiling rerumputan. Sungguh jelek sekali bentuknya. Itu yang kau namakan taring? Bagaimana dengan punyaku?”
ujar sang ular sambil membuka rahangnya lebar lebar. Memperlihatkan kedua taring panjangnya. Meneteskan sedikit darah dari anak kucing

”ular! Bukankah mangsamu adalah tikus! Bukan kucing sepertiku! Itu kata ibuku!”

”ibumu..? tahu apa ibumu?? Aku bahkan tidak pernah mengenal siapa IBUKU!!
CSSSSHH....”

”lalu mengapa kau menyerangku?!”

”kucing bodoh... biar kuceritakan. Dahulu leluhurmu dan leluhurku adalah pembasmi populasi tikus. Kita bekerjasama membasmi tikus. Kita mendapat titah dari langit untuk menciptakan keseimbangan. Namun KAU, BANGSAMU. Beberapa abad silam BANGSAMU bersekutu dengan MONYET TAK BERBULU. Kaum mu mendapat perlakuan dan kenikmatan dari MONYET ITU. BANGSAMU LUPA DENGAN TUGASMU. Saat salah satu leluhurku mengingatkan tugas kita di dunia ini .tapi SEKUTUMU itu malah MEMBUNUHnya. DAN KISAH ITU turun temurun menciptakan dendam terhadap kaumku.

”yang menyerangmu adalah monyet tak berbulu! Bukan kaumku!”

”CSSAAHHH!...!! sekarang apa kau bisa menjelaskan perlakuanmu MENJILAT monyet itu? Bisakah kau menjelaskan mengapa sekarang tikus menjadi besar dan banyak? Bisakah kau menjelaskan mengapa aku mulai memburu kaummu?

”JAWABANNYA ADALAH KARENA BANGSAMU TELAH LUPA AKAN TUGASMU. KAUM MU MENGKHIANATI KAUM KU. KAUM MU BERFOYA FOYA MEMAKAN DAGING SELAIN TIKUS. MENDAPATKANNYA DENGAN MUDAH DARI MONYET ITU. KAUM MU LUPA AKAN TITAH LANGIT YANG DI UTUS KAUM MU. DAN SEKARANG AKU DI SINI, AKAN MEMAKAN KUCING UNTUK MENGHAPUS SAKIT HATI KAUMKU. DENGAN MANGSA SEBESAR KUCING MAKA AKU AKAN TUMBUH BESAR DENGAN CEPAT DAN MAMPU MEMBERANTAS TIKUS SENDIRIAN TANPA BANTUAN KUCING!!”

”aku tidak peduli apa katamu! ” ujar anak kucing

OOOAAAKKK.......
Ular itu memuntahkan sesuatu yang besar dari mulutnya. Bentuknya menyerupai seonggok daging berwarna kunig dan putih.

”ibu.. . ... apa itu ibuku. . . ”anak kucing itu mematung

”apa peduliku? Nampaknya aku lebih bergairah memakanmu. Maka kumuntahkan makan siangku ini agar perutku cukup luas untuk memaskukkanmu ke dalamnya ”

anak kucing mulai mengeluarkan suara kecil yang pelan. Ia sungguh terpukul akan kejadian ini. Ia melihat di depannya terbujur kaku seekor kucing dewasa dengan lendir menyelimuti tubuhnya. Sebagian bulunya mulai terkelupas.

”DAN KAU SELANJUTNYA!!! HRAAAA...!!!”

Anak kucing itu tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Badannya bergetar. Ia tak sanggup melihat jasad ibunya.

CRAATTT!!!

Ular itu menggigit kepalanya. Perlahan anak kucing membuka mata dan kemudian Kepala ular itu jatuh di depannya.

”Woi lihat itu! Aku berhasil ! ”

Seekor monyet tak berbulu mendekati anak kucing dan seekor ular besar yang telah terpotong kepalanya oleh lemparan kapak. Darah segar mengucur dari kepala ular itu.

Anak kucing segera melepaskan cengkraman rahang ular dari kepalanya

”wao untung saja aku berhasil membunuhnya. Kalo tidak, bisa bisa pasar akan gempar haha.”

”meong.. terima kasih! Meong..”

”ular tadi ingin memangsamu ya? Beruntung aku menyelamakanmu” monyet tak berbulu itu kemudian membawa tubuh ular besar. Menarik tancapan kapaknya dan Meninggalkan anak kucing dengan kepala ular itu.

”csshh.... meski aku akan mati tapi kau akan menyusulku .. aku sudah menyuntikkan racunku ke tubuhmu. Sesaat lagi kau akan menyusulku di langit. Haha. Ha.. h... a... . . ”

”tidak akan!” ujarnya sambil menendang kepala ular besar itu.

Anak kucing mulai mendekati jasad induknya. Ia menjilati tubuh induknya yang sudah membiru

”tunggu....”
”ini bukan ibuku, baunya tidak seperti ini! Berarti Ibuku masih hidup!” ujar anak kucing kegirangan. Ia berlari keluar dari rerumputan. Bau induknya semakin dekat dengannya.

Setelah keluar dari rerumputan. Ia melihat tanah lapang berwarna hitam dengan badak badak besi berlalu lalang. Sebuah benda menarik perhatiannya, ia mulai mengendus benda itu. Ia amati dengan seksama.


”..... ibu......”

Ibunya terlentang kaku. Sebagian tubuhnya telah hancur. Terlindas badak besi
Sang anak kucing terus mengeong memanggil manggil ibunya. Berharap ia akan segera bangkit dari tidurnya dan mencarikan ia makanan.

”ibu.. ayo bangun.. sudah saatnya makan siang bu... bangun..”

”jiwanya telah pergi nak. Persilahkan aku untuk mensucikan ibumu” sebuah suara yang tak asing datang dari sebuah pohon besar.

”kau gagak kotor! Mau apa kau dengan ibuku!”

”dia sudah meninggal nak. Jangan buat tugasku menjadi sulit. Menyingkirlah sebelum kau bernasib sama seperti ibumu”

”tidak! Ibuku hanya kelelahan dan tertidur. Sebentar lagi ia akan bangun dan membawakanku makanan”

”baik aku akan menunggumu hingga bosan nak..”

Sang anak kucing tetap setia menunggu ibunya. Ia jilati induknya dengan lembut. Perlahan matanya mulai buram. Kepalanya mulai terhuyung huyung. Ia tidak sadar darahnya terus mengalir dari kakinya. Ia menjilati kembali induknya. Perlahan jilatannya berubah menjadi gigitan. Sang anak kucing yang terlalu lapar akhirnya memakan daging induknya sendiri

”hahahaha...akhirnya kau sadar kau tidak akan hidup jika terus berkutat pada indukmu. Selamat nak! Jiwamu sudah tidak suci lagi..”
”tutup mulutmu! Daripada ibuku berada dalam perutmu. Lebih baik aku memelihara jiwa ibuku di tubuhku!” teriak anak kucing dengan tubuh terhuyung huyung.

”terserah kau saja. Cepat habiskan sebelum membusuk”

Tiba tiba tanah bergetar. Anak kucing melihat dari arah tenggara, seekor badak besi yang besar melaju kencang.

”MEONGG!! Minggir jangan dekati aku dan ibuku!” ujarnya tertatih tatih..

Badak besi itu tidak bergeming dan terus melaju hingga melindas anak kucing itu dengan jasad induknya. Tubuhnya remuk seketika

Sang anak kucing menatap langit sesaat dan memeluk induknya sebelum tubuhnya meregang dan tidak bergerak lagi.

Gagak yang menyaksikan kejadian itu segera terbang mendekati jasad mereka.

”sungguh malang nasibmu nak. Padahal selama perjalananmu kau sudah blajar banyak tentang apa itu pengkhianatan, apa itu seorang penjilat dan apa itu tujuan hidup. Namun ajal terlalu cepat menjemputmu. Sejak awal aku sudah mengincarmu.daging ibumu terlalu pahit untukku. Semoga kau bisa bertemu dengan ibumu di alam sana. Dan persilahkan diriku untuk membersihkan dosa dosa yang telah mengalir dalam darahmu…”

Langit mulai memerah ketika petualangan sang anak kucing mencari induknya telah berakhir. gagak segera mengambil sepotong daging anak kucing itu dan terbang tinggi menghiasi langit merah dengan tubuhnya yang hitam. Meninggalkan jasad seekor anak kucing dan induknya dalam kondisi berpelukan terlindas oleh badak badak besi yang berlalu lalang.

*******************************TAMAT*********************************

Terkadang untuk mempelajari suatu hal, ada kontribusi yang harus kita berikan untuknya. Ketika kita belajar untuk menjadi bersih. kita selalu dibayang bayangi oleh sesuatu yang gelap. Mengingatkan kita akan resiko dalam berbuat. Tak selamanya yang hitam itu kotor dan yan putih itu bersih. Kita akan mengetahui esensi itu ketika kita sadar kondisi orang disekelilingmu. Apa mereka akan memperalatmu atau benar benar tulus menolongmu. Kau akan membutuhkan prinsip yang kuat seperti batu dan dinamis sperti air. Bersikap preventif terkadang akan menolongmu berkutat dalam terpaan pujian.
------------------------------------------( 14-03-10)-----------------------------------------







Nyawa Terakhir


Di sebuah tepi jalan yang disesaki ratusan manusia, jalan yang semula digunakan mobil-mobil baja yang aral melintang kini tergantikan oleh pasar dadakan yang diselimuti lautan manusia. Mereka saling berebut bahan makanan di setiap lapak yang dapat dijumpai. Pasar yang hanya tampil seminggu sekali ini telah membuat warga di sekitarnya seperti srigala yang kelaparan. Tidak ada lagi etika untuk mengantri dan mendahulukan yang lebih papah. Semua berfikiran sama untuk kepentingannya sendiri agar tetap bertahan hidup sepekan lagi, hingga pasar ini buka kembali. setiap sudut pasar telah dijaga oleh sepasang tentara berbaju safari yang mengenakan helm setengah oval dan membopong sebuah senapan otomatis berlaras panjang. Dengan tatapan tajam tentara tentara itu mencengkram kuat kuat senjatanya bagai elang yang mencengram kelinci dan kapan saja bisa meretas tubuh mangsanya. dari kejauhan tampak seorang pemuda mengantri di antara kerumunan, Dengan membawa sebuah tas kumal bermotif bekas jahitan berkali kali di setiap sudutnya. Ia meliuk liukkan tubuhnya yang ramping di antara kerumunan orang dan tiba di sebuah lapak roti dengan sekelompok lalat terbang rendah di atasnya. Mereka berusaha hinggap di salah satu roti . namun, tebasan kipas pedagang lapak selalu mengacaukan manuvernya. Pelan pelan pemuda itu mengeluarkan selembar uang kertas lusuh dari dalam tas kumalnya, ia berikan kepada sang pedagang. Sang pedagang memandang sipit sipit uang lusuh dengan bekas selotip rekatan itu dengan seksama. Akhirnya, si pedagang iba melihat wajah si pemuda yang memelas. ia memasukkan uang lusuh itu ke kantong, kemudian Dengan cekatan mengambil tas si pemuda dan memasukkan 3 buah roti ke dalamnya, ia berbisik ke telinga si pemuda.

“ cepat jalan… ! nanti yang lainnya bisa iri karenamu…. !”

pelan pelan si pemuda melewati manusia demi manusia yang bergumul di sekelilingnya. Banyak dari mereka mengangkat uang yang digenggamnya agar dilayani terlebih dahulu. cukup lama ia berdesak desakkan dan akhirnya bisa lepas dari kerumunan orang orang yang kelaparan. Di kejauhan ia mengintip roti yang ada di tas kumalnya. perlahan bibirnya merekah ke atas, Matanya berbinar binar. Ia melangkah mengayun ayunkan kaki panjangnya dengan girang. Kemudian teriakan kencang memecah kebisingan dalam kerumunan manusia

“Tangkap pemuda itu!! Dia mencuri sepotong roti ku!!“

keheningan menyeruak sesaat dalam keteraturan yang dipaksa. Semua tentara yang berjaga mengalihkan pandangannya ke arah pemuda itu. Si pemuda yang menyadari arti teriakan itu segera berlari kencang meninggalkan pasar. Beberapa tentara yang merespon segera membidik pemuda itu dan menembaki setiap derap kakinya, Desingan demi desingan peluru memecah udara dengan brutal, berusaha menyamai kecepatan kaki si pemuda mencoba menembus kaki dan menghancurkan jaringan otot yang menggerakkannya. Si pemuda terus berlari berkelok kelok menghindari terjangan peluru, hingga akhirnya ia menemukan sebuah gang sempit di sisi jalan. Secepat kilat ia lontarkan tubuhnya ke arah gang.pemuda memutar tubuh jangkungnya dan bangkit dari jatuhnya. Perlahan ia mulai menghela nafas cepat. Berusaha memperlambat nafas dan detak jantungnya yang mulai meluap luap.perlahan diintipnya dari balik tembok yang menghalangi pandangannya dari pasar. Terlihat beberapa tentara mulai mengikuti jejaknya. Si pemuda yang melihatnya segera menyiapkan kuda kuda untuk berlari lagi menghindari kepungan tentara tentara neurotik. Dari kejauhan, tentara lain berjalan ke arah gerombolan tentara yang mengejar pencuri roti.

“sudahlah ! itu hanya maling roti ! yang kita cari adalah teroris !“ teriaknya.

Satu demi persatu tentara mulai memutar balikkan langkahnya, menjauhi si pemuda yang masih berdetak kencang jantungnya. Tentara yang tidak puas mendapatkan buruan melampiaskan kekesalannya dengan menembaki tembok yang sudah rapuh hingga materialnya terlontar ke segala arah akibat terjangan peluru dari moncong senapan.

Sekali lagi si pemuda belum sanggup membuat malaikat maut mau menagih jiwanya. takdir dan ruhnya tampaknya masih enggan mengakhiri kisah hidup pemuda miskin ini. ia melangkah di atas pasir, berjalan tertatih tatih menahan perutnya yang. Meraung raung. Langkahnya yang berat terhenti ketika sampai di sebuah reruntuhan bangunan yang disesaki puluhan manusia yang sama kumalnya dengan dirinya. Dari kejauhan sesosok gadis kecil melambaikan tangan ke arahnya.

“ kak achmed !!!” teriaknya melengking.

Si pemuda yang bernama achmed itu melipat bibirnya ke atas. Ia mengusap keringat yang hampir membasahi pandangannya. Achmed mulai melangkahkan kakinya melewati kuduk orang orang yang tercecer di situ. Namun, langkahnya selalu terhenti ketika seseorang menarik kakinya dengan pelan lalu membuka mulutnya sambil menangis. Achmed yang merasa iba akhirnya mencuil roti yang ia punya kemudian menyuapi satu persatu orang yang ia lewati. Setelah sampai di tempat gadis itu achmed melihat isi tas yang dibawanya. Achmed langsung lemas dan sedikit menyesal melihat roti yang ia punya tinggal sepotong lagi. Gadis kecil itu tertawa dan mengambil tas kumal achmed.

“ sudahlah kak, kakak kan sudah ikhlas, nanti pasti dibalas sama yang Allah ! “

perlahan mulut achmed yang terlipat ke bawah mulai terangkat dan memperlihatkan gigi gigi kuningnya. diambil roti kecil itu, untuk kemudian dimakan bersama adiknya. Tanpa sadar, Sang adik ia peluk erat erat.

_________________________________________________________________

Perlahan lahan sang surya mulai memerah, ia telah kecapaian di atas pilar langit setelah seharian menyinari tata surya. Dengan anggunnya ia membagi sinar senja terakhirnya hari ini kepada achmed dan semua orang yang ada di reruntuhan.

Di pagi pagi buta, saat orang orang masih terbuai dalam mimpinya. Saat malam hendak bertransofrmasi menjadi terang. sekelompok tentara dengan senapan laras panjang menghentakkan tanah dengan keras, derap kaki mereka mulai menjatuhkan jiwa orang orang yang masih melayang dalam mimpi. Achmed yang belum puas dengan mimpinya harus gigit jari karena terbangun oleh derap langkah sekompi tentara yang menyantroni mereka. Tentara tentara itu dengan brutal mulai membangunkan satu persatu warga papah. Senapan mereka ayunkan ke arah warga yang belum beranjak dari tidurnya, seolah tidak ada lagi perbedaan antara sampah dengan manusia. Satu persatu warga papah dipaksa untuk berbaris, mematuhi aturan otoriter dari seorang tentara yang tegak berdiri di depan para warga. penampilannya sedikit berbeda dengan tentara yang lain. Sebuah baret miring menutupi kepalanya dari sinar matahari..

Berbagai barang tambang yang mengkilap menghiasi baju safarinya yang rapi. Tertulis sebuah nama di plakat yang menggantung di sakunya ‘Yossie bend’ Ia melangkah kecil diantara warga sambil mendongakkan kepalanya. Plakat berbintang tiga meramaikan hiasan di bahunya, sama mengkilapnya dengan hidung mancung yang ada di wajahnya. Achmed segera membangunkan adiknya yang masih terlelap dengan air liur menghiasi mulutnya. Mereka berdua segera berdiri berbaris mengikuti yang lainnya. Kaki achmed bergetar bagai mesin traktor. Ia membayangkan kalau saja dirinya ditangkap karena membeli roti dengan uang palsu. Maka siapa yang akan merawat adiknya yang sebatang kara ini?.

Sang jendral bintang tiga yang sudah lumutan berdiri tegak sambil berorasi.

“para warga tanah jajahan yang tercinta ! aku bangga melihat kegigihan kalian ! di saat tanah kalian kami kuasai, kalian masih bertahan di sini. Itu sungguh membuatku terharu, pasukanku tidak akan segan untuk mengantar kalian ke surga lebih cepat jika diinginkan. Lihatlah diri kalian ! kumparan daging yang berjalan tanpa tujuan, Jika kalian ingin hidup lebih lama sambil Menanti kemerdekaan tanah kalian, maka bantulah kami mencari seorang teroris bernama acmad mussadeq. Ia seorang kriminal ! pelaku genosida!! jika kalian menentang, maka akan kusamakan derajat kalian dengan achmad mussadeq ! seorang musuh Negara !. apa kalian paham !!”

Semua warga yang berbaris hanya bias mengangguk anggukkan kepala. Keringat dingin menahan ketakutan kini bagai atmosfir yang menyelubungi mereka. Tak ada satupun yang berani memandang para tentara.

“kalau begitu cepat Kerjakan !! cari teroris itu !! “ teriak sang jendral.

Para warga yang ketakutan kalap seketika, mereka bagai sekawanan bebek yang saling menyelamatkan diri menghindari terkaman anjing hutan. Para tentara menendang satu persatu warga yang Nampak masih terlihat di reruntuhan.

“semakin cepat teroris itu ditemukan maka semakin cepat kemerdekaan bagi kalian ..!” ujar sang jendral

Achmed dan adiknya segera berlari dan bersembunyi di antara puing. Mereka tidak berfikir untuk mencari sang buronan, namun menyelamatkan diri dari siksaan para tentara yang membual tentang khayalan merdeka. keduanya berlari meninggalkan kerumunan. Menyisakan kisah penderitaan yang sekali lagi dibuang merana diinjak injak para tentara.

Dalam dilema yang memeluk mereka berdua, achmed dan adiknya terus berjalan sambil berharap segera menemukan kerumunan manusia yang penuh perlindungan. Sepanjang perjalanan, Badai pasir terus menemani mereka. Menerpa wajah pucat kedua bocah yang tersesat itu. Achmed memegang tangan adiknya erat erat, tak mau ia melepas genggaman tangannya walau apapun yang terjadi. Tak lama kemudian terpaan pasir yang semula sangat menyayat kulit perlahan lahan mulai menghalus lembut. Pasir yang menerpa mereka telah kehilangan gaya dorongnya untuk terbang menyantroni tubuh achmed dan adiknya. Kedua anak itu mengusap kedua bola matanya, mengeluarkan beberapa butir pasir yang bersarang di kelopak mereka. Tak lama kemudian mereka melihat sekelibat bayangan hitam memecah debu pasir yang telah melewati mereka. Sontak bayangan itu melesat melewati kedua anak malang itu hingga tersungkur ke tanah. Benda itu jatuh di tempat nun jauh disana membentuk awan jamur besar. Achmed yang panik segera membawa lari adiknya dari tempat itu. Debu pasir perlahan mulai lenyap, memperlihatkan insiden sesungguhnya dari apa yang telah mengagetkan mereka. Achmed dan adiknya dikelilingi oleh banyak tentara dengan ratusan alat tempur mereka. Para tentara yang saling berperang berada jauh terpisah dengan achmed dan adiknya berada di tengah pertempuran. Kedua kubu saling menembak, tidak memperdulikan adanya 2 anak malang yang tak sengaja memasuki medan pertempuran. Achmed dan adiknya merebahkan tubuhnya di tanah, keduanya menutup telinga, tak kuasa mendengar jeritan roket yang melesat dan suara desingan peluru yang berlomba lomba melintas di atas mereka. Tanpa disadari, adik achmed bangkit dari tiarapnya dan berteriak di hadapan para tentara nun jauh disana.

“hentikan!!! Tolong hentikan !!! biarkan kami keluar dulu dari sini !!!!” teriaknya.

Matanya berkaca kaca, air matanya mulai mengalir deras dari kelopak matanya yang rapat. Achmed yang melihat adiknya berteriak, serta merta memaksa adiknya untuk kembali merebahkan diri di tanah untuk menghindari kontak dengan senjata para tentara. Usaha achmed sia sia karena adiknya tetap bersikukuh berfikir bahwa para tentara masih memiliki nurani untuk menghentikan baku tembak mereka dan mempersilahkan ia dan kakaknya lewat sekedar mencari perlindungan. Namun, Sia sia pula teriakan adik achmed. kegaduhan yang ditimbulkan senjata tentara telah membenamkan teriakan kecilnya di ranah paling dalam. Achmed terus berusaha menarik adiknya agar segera berlindung, namun adiknya tetap ngotot untuk mengingatkan para tentara. hingga serentetan peluru menerjang dan menembus tubuh tak berdosa, gadis malang itu kemudian terkapar bersimbah darah. Achmed yang melihat adiknya tergeletak tak bernyawa sungguh terguncang jiwanya, matanya tak sanggup untuk berkedip atas apa yang ia lihat. Achmed merasa tak sanggup lagi mencicipi pahitnya kehilangan seseorang yang disayangi untuk kelima kalinya. Tangan achmed masih kuat memegangi adiknya yang mulai dingin. Ia seret jasad kecil itu menyusuri rentetan senjata menyisakan jejak darah disepanjang perjalanan. Achmed tak kuasa menahan tangis yang sudah meluber hingga ke hidungnya ia tak sanggup untuk melihat adiknya yang telah wafat. Tiba tiba sebuah roket meluncur dari udara mendekati achmed dan adiknya. Melihat itu, Insting achmed akhirnya mengalahkan perasaannya untuk tetap berada disamping adiknya hingga mati. Dilepasnya genggaman tangannya dan achmed berlari menjauhi sasaran bidik roket tersebut. Kakinya seakan tak mau menuruti perasannya yang telah terkoyak dan ingin melakukan hal itu hingga ia sendiri ikut mati. Roket menghempas dan menggemparkan bunyi dahsyat ke penjuru gurun. Membumbungkan awan jamur gelap di atasnya. Membakar jasad adiknya bersama bangkai roket tersebut.

__________________________________________________________________

Achmed terbangun dari mimpinya, ia usap wajahnya dengan kedua telapak tanggannya yang kasar. kemudian duduk sejenak merenung atas kejadian yang terjadi dalam mimpinya. Tak lama lama ia melamun, achmed segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju sebuah lapangan kecil diluar. Disana telah berbaris sekelompok orang bersenjata yang menutup wajah mereka dengan sorban. Achmed segera memasuki barisan, mengenakkan pakaian yang sama dengan mereka. Namun Tanpa sorban yang menutup wajahnya. Dari dalam barisan, Seseorang dari mereka memekikkan teriakan keras sambil mengepalkan tangannya ke atas.

“ALLAHU AKBAR !! ALLAHU AKBAR !! Saudara saudaraku ! mari kita berjihad ! membela di jalan Allah. Kita tumpas penjajahan yang berlangsung di tanah kita ! kita rebut kembali tanah ini dari cengkraman para orang kafir ! mari kita pekikkan kemerdekaan dalam perbuatan dan hati kita ! ! ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR !! SERANG !!!.

achmed dan sekelompok barisan manusia itu bergerak menuju lapangan terbuka, menampilkan panorama yang sepi dengan banyak tentara berjaga di sana. batalyon yang maju bersama achmed mulai mengangkat senjata mereka yang ditenteng di pinggang masing masing. Dengan cekatan, Achmed membuka rompinya dan mengambil sebuah granat. ditariknya pelatuk granat dengan gigi, kemudian ia lempar ke arah tank para tentara. Tank itu meledak dengan dahsyat, seketika itu pula baku tembak yang sengit pun terjadi. Ledakan tank tadi adalah gong dimulainya peperangan. Dalam keadaan seperti itu para pejuang gerliya dan tentara telah berubah menjadi binatang paling buas. Mereka akan melibas musuh mereka tanpa ampun, demi tegaknya ideologi yang mereka yakini. Dalam kerumunan senjata dan manusia yang bertempur, achmed terus berlari menerabas mereka sambil menembakkan peluru dari senapannya ke arah musuh dengan brutal. Namun, Langkah achmed mulai oleng ketika sebuah peluru menembus dan bersarang di betisnya, hingga membuat kakinya sulit digerakkan. Ia buang senapannya guna menyeimbangkan langkah kaki yang mulai goyah. Sebilah pisau ia ambil dan digunakannya untuk menebas para tentara yang mencoba menghalangi langkahnya. Beberapa tentara yang mengetahui sepak terjang achmed langsung mengalihkan bidikan senapannya ke arah achmed. Desingan demi desingan peluru menerjang tubuh achmed bertubi tubi. Namun hal itu tidak membuatnya jatuh terkapar, melainkan semakin kencang ia berlari. Dengan tubuh bersimbah darah, achmed menutup sebagian lukanya yang terus mengalirkan darah, semampu telapak tangannya dapat menutup. Pandangannya mulai buram ketika sebuah peluru kembali bersarang di paha kirinya, disusul kaki kanannya. Semangat juang achmed mulai menunjukkan penurunan akibat nyawa yang mulai meregang. Achmed seketika itu terkapar, namun ia masih bernafas dan berusaha mengeluarkan sesuatu dari rompinya. Tubuh achmed didekati oleh sebuah tank dan barisan tentara yang mencoba mengepungnya. ia teegakkan kepalanya yang bersimbah darah sambil menatap sekeliling, meski pandangannya mulai buram. Samar samar ia melihat barisan tentara dan tank di depannya. Achmed tersenyum dan bergumam…

”kini sudah waktunya aku menyusul kalian, keluargaku…”

Achmed menarik sesuatu dari rompinya dan sebuah ledakan dahsyat memecah kerumunan..

Selasa, 14 September 2010

harapan di atas fikiran bersisik keras

tap tap tap tap...

suara langkah seorang anak lelaki berlarian di sebuah jalan. wajahnya penuh peluh.. peluh air mata. ia berusaha menutupi matanya yang memerah dengan kedua tangan mungilnya. tak ia hiraukan orang disekitarnya. yang ia ketahui hanya berlari, menjauhi dari semua kenyataan hidup yang dialaminya. sampai langkahnya melayang di udara dan ia pun terjatuh di sebuah jurang yang cukup dalam namun tak ada seorangpun yang melihatnya.



tak lama waktu berselang.anak itu baru tersadar ia terperosok di sebuah jurang kecil. untungnya ia sama sekali tidak terluka.namun sesuatu sedang menggerayangi punggungnya. dengan ketakutan ia raih benda tersebut dan dilemparnya ke arah depan. nafasnya tersenggal senggal matanya terbelalak.sontak iapun berteriak,



"pergi kau! pergi...!"



benda itu bergerak, menjulurkan tubuhnya yang sebenarnya panjang. mendesiskan lidah bercabangnya. menatap wajah anak itu dalam dalam



"mengapa kau membenciku? "



"karena kau mengerikan !"



"adakah alasan yang lebih masuk akal untukku bahwa kau bisa seenaknya menilaiku hanya dari wajah?"



"tidak penting, kau makhluk terkutuk..!"



"lalu untuk apa tuhan menciptakan aku? jika aku makhluk terkutuk mengapa aku tidak hidup bersama setan?, asal kau tahu nak. setanlah yang suka meniru bentukku yang sempurna ini "



"kau bukanlah binatang baik, kau makhluk jahat ..!"



"pernahkah kau berfikir bahwa Allah menciptakan makhluk sebaik baiknya makhluk tida ada yang tidak berguna. bahkan keledai yang tidak Allah senangipun suaranya, diciptakannya untuk memperingati manusia bahwa ia bisa menjadi lebih buruk dari keledai jika hanya berfikir tanpa ada landasan agama?"



sang anak terdiam.



"hai makhluk melata, mengapa kau menceramahiku?"



"untuk memberimu pelajaran berharga"



ular itu merayap mendekati anak kecil tersebut. mendesiskan lidahnya ke arah kakinya dan bertanya



"apa yang kau fikirkan tentangku? jujurlah, apa saja.."



"mengerikan, tak sempurna.kau tak memiliki kaki ataupun tangan. tubuhmu begitu kecil tak berdaya. bagaikan hewan sakit"



"baiklah nak. jika kau berfikiran seperti itu aku sadar kau masih anak kecil. tapi maukah kau mendengar beberapa rahasiaku?"



"tentu....kenapa tidak?"





"jika kau hidup dalam keadaan kekurangan. cobalah lihatlah aku. aku diciptakan tanpa tangan dan kaki namun aku masih mampu berjalan menggunakan perutku. bahkan aku dapat meluncur bebas bagaikan ikan semulus di air"



"jika kau berfikir hidupmu statis lihatlah aku. ketika tubuhku tidak muat aku akan berganti kulit menjadi baru"



"jika kau berfikir kau tak mampu melakukannya , bahkan dengan tangan dan kaki sekalipun. lihatlah aku. jangan buang kesempatanmu. telanlah bulat bulat kesempatanmu. jangan kau mubazirkan "



"jika kau berfikir emosimu memuncak. lihatlah aku. berpuasa menahan lapar dan haus demi mendapat makanan yang baru"



"jika kau berfikir kau tidak memiliki pertahanan dalam dirimu, yakinlah bahwa hal itu tersembunyi di balik mulutmu"



sang anak mendengar dengan seksama namun masih agak bingung mengartikannya.



tiba tiba suara percikan air muncul di seberang dan munculah seekor buaya besar dan kura kura kecil di kepalanya.



kura kura itu menyambung kalimat yang diucapkan sang ular.



"jika kau fikir fisikmu lemah. lihatlah aku, kecil bukan berarti lemah. aku memiliki cangkang sekeras baja. dan umur panjang. hanya seekor paus berukuran 150 ton yang mampu menyaingiku"



tiba giliran buaya untuk berbicara kepadanya



"jka kau yang kuno akan musnah. aku adalah contoh kehidupan kuno yang masih bertahan hingga sekarang. tubuhku sudah diciptakan sedemikian rupa untuk bertahan.



dari kejauhan seekor kadal besar turun dari pohon ia mendekati anak tersebut dan berkata



"kami adalah kehidupan kuno. sisa sisa kehancuran masa lalu. tapi Allah tidak memusnahkan kami karena kami masih bisa mengingatkan manusia akan kekuatan makhluk dahsyat yang pernah berpijak di bumi ini dan berakhir sebagai fosil"



sang anak merasa terhibur.meski ia sempat ketakutaN . tapi ia tetap tidak mengerti apa yang dimaksud teman teman barunya.



"aku tidak mengerti"



"belum waktumu untuk mengerti nak,..tapi bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu? kelas berapa kau sekarang?" kata ular



"5..."



"oh.. tentunya kau tahu pondasi cakar ayam, pesawat terbang, kapal selam.. darimanakah manusia menciptakan hal itu? maksudku. bentuk apa yang mereka tiru?



"ayam.... burung.....ikan..."



"katak kata kami hampir seperti itu. hanya saja tidak diwujudkan berbentuk benda. namun jiwa."



"hehee..."



"baiklah , ibumu pasti menunggumu di rumah. bisakah kau memanjat tebing ini? cukup mudah untukmu"



"tapi... aku tidak bisa.. aku takut.."



"kau memiliki tangan bukan? kaki? sedangkan aku yang tak memiliki apa yang kau miliki mampu memanjat. apa tidak malu dirimu denganku?"



anak itu terhentak. tapi yang dikatakan ular benar. ia coba memanjat. kegagalan demi kegagalan ia lalui. hingga tangan kakinya cukup terlatih untuk menopang tubuhnya dan smapai di puncak. yang ada di fikirannya adalah apa yang dikatakan hewan hewan itu kepadanya



sesampainya di rumah ia bertemu ibunya dan menceritakan kejadian itu. sang ibu hanya bersyukur.



Allah selalu punya jalan mengingatkan manusia betapa besar dan maha dahsyat kekuasaanya dalam mencipta. bahkan dari ciptaannya yang paling ditakuti manusia sekalipun







------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------





kawan2 ini adalah sekedar inspirasi dari para hewan yang selama ini byk ditakuti namun aku sukai.



biar tidak terjadi salah paham. karena note ini berisi motivasi dan nilai agama. aku akan jelaskan beberapa maksud bertuliskan miring





ular katakan :

1. selalu bersyukur. apa yang kita punya kita tetap harus merasa mampu melakukannya

2.pribadi yang dinamis. introspeksi akan menjadikan kita orang yang baru setiap hari.^^

3.tegas mengambil kesempatan. seperti ular yang menelan bulat2 mangsanya tanpa sisa

4.bersabar.

5. percaya diri. kekuatan itu tersembunyi di setiap diri manusia. sperti ular yang menyelipkan taring mematikan di mulut lembutnya.



kura kura katakan :

1. jangan rendah diri. seekor kura2 dan paus memiliki kesempatan hidup yang sma namun kura2 lebih kecil. itu berarti besar, kecilnya kita dalam jabatan atau apapun tak mengurangi esensi kita sebagai manusia yang sma2 brksmpatan menikmati surga



buaya katakan :

1. sesuatu yang telah tersirat secara jelas tak akan pernah pudar walau sampai akhir zaman. seperti kebenaran agamamu.

di sini di ibaratkan buaya yang tetap bertahan dengan bentuk seperti itu dan masih lestari hingga kini



kadal katakan :

1.. jangan lupakan petuah lalu. tutur kata dari orang tua akan mengingatkan kita agar hati hati dalam melangkah. agar tidak menjadi dinosaurus yang besar dan perkasa namun musnah karena keserakahannya.

Selasa, 17 Agustus 2010

Memasuki masa kuliah ( bagian 2 )

@#!$#%$@^#%^#%&$^*%((...

sinyal kebosanan. selama 2 BULAN tidak kuliah karena libur panjang.

ya inilah mahasiswa macam saya.

pas kuliah kepala pusingnya minta ampun pingin libur.
pas libur nangis nangis pingin kuliah.

hohoho

just kidding.

so, inilah lanjutan artikel dunia perkuliahan.


GEGAP GEMPITA. bisa KULIAH.
tentunya ini prestise yang tinggi bukan?

apa sih yang ada dalam fikiran kamu kalo masuk kuliah?

satu hal menarik yang aku pelajari di perkuliahan adalah maraknya kompetisi "legal" di lingkup fakultas.

jika anda tidak ingin kuliah yang statis tentu ini adalah hidangan manis yang perlu anda cicip.

ya...kebanyakan adalah lomba karya ilmiah. kalo anda tidak terlalu sibuk mungkin ini bisa dicoba.

selain bisa mendapat teman baru, lomba lomba seperti ini tanpa anda sadari sudah melatih anda untuk tidak KAGET saat skripsi.

nah loh..

apa ruginya coba?

selain itu jangan heran deh kalo banyak buanget yang namanya seminar seminar mengiklankan diri di mading kampus

so, kuliah itu rame....

untuk masalah pergaulan memang perlu perhatian khusus

satu hal yang anda perlukan untuk memproteksi diri.

"milikilah 1 keyakinan untuk menemukan koloni anda"

dalam dunia perkuliahan tak ubahnya seperti bermain "NEGARA NEGARA AN"
ada badan eksekutif, ada dewan, semuanya di bawah tangan dekan yang bersangkutan ( meski kepala sesungguhnya adalah rektor )tapi populasi anda yang nyata ada di lingkup fakultas.

tentunya banyak sekali ormas ormas yang siap untuk menampng aspirasi anda.

tapi jangan kaget jika ada ormas ormas yang berusaha "menarik" anda.

its depend on yourself, always listen and protect.

yang penting di sini adalah,

"bagaimana cara anda untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan ormas yang secara terbuka menerima dan menyampaikan aspirasi anda seperti tujuan ormas sebenarnya.dan bukannya bertujuan untuk memanfaatkan dan mendoktrin anda menjadi bersikap layaknya etnosentris"


berdasarkan studi lapangan secara pribadi.

jadi pesanku..

dengarkan visi misi mereka. tentukan mana tempat yang cocok untuk menyuarakan kekuatan kepribadian ANDA...

Selasa, 06 Juli 2010

Deteksi Dini Psikopat

Ternyata tidak semua pembunuh adalah psikopat dan tidak semua psikopat pembunuh. Sebenarnya lebih banyak lagi psikopat yang berkeliaran dan hidup di tengah-tengah masyarakat, bukan sebagai pelaku kriminal. Selama ini mungkin tidak disadari psikopat ada di sekitar kita. Apakah dia tetangga, teman kerja atau bahkan pasangan serta anggota keluarga. Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati, dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada, kecurigaan adanya psikopat layak diberikan.


Penelitian menunjukkan bahwa psikopat berkaitan dengan genetik, gangguan fungsi otak, dan lingkungan. Mengingat dampak yang terjadi sangat besar dan berbahaya, maka harus diupayakan tindakan pencegahannya. Namun, pencegahan lebih sulit dilakukan karena faktor penyebab psikopat sendiri hingga saat ini masih belum dapat diungkapkan secara jelas. Karenanya, tindak pencegahan optimal yang dapat dilakukan sejauh ini adalah sebatas mengenali faktor risiko sejak dini.

PRIBADI DISSOSIAL

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Maksudnya, psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Namun, istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial tadi.


Psikopat tak sama dengan skizofrenia, karena seorang psikopat sadar penuh atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya sering kali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian, sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena 80%-nya lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa. Pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku bunuh diri, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20% dari total jumlah psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, punya daya tarik luar biasa dan menyenangkan.

TEORI PENYEBAB

Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti untuk menjelaskan kemungkinan penyebab kepribadian psikopat. Di antaranya teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas bagian otak di daerah prefrontal grey matter dan penurunan volume otak di bagian posterior hippocampal dan peningkatan intensitas otak bagian callosal white matter. Teori lain adalah gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat.


Mungkin saja tidak ditemukan kerusakan otak pada seorang yang menunjukkan gejala psikopatik, melainkan terdapat anomali dalam caranya memproses informasi. Hal ini pernah dibuktikan dalam penelitian menggunakan MRI melalui pengenalan gambar-gambar kasus bunuh diri yang tidak menyeramkan. Pada orang nonpsikopat terlihat banyak sekali aktivasi di amigdala (suatu area di otak), sedangkan pada psikopat tidak tampak perbedaan sama sekali. Peningkatan aktivitas otak psikopat terjadi di area lain pada otak yaitu area ekstra-limbik. Tampaknya psikopat menganalisis materi emosional di area otak tersebut.


Tidak mudah mendiagnosis psikopat. Namun, ada tiga ciri utama yang biasanya melekat pada seorang psikopat, yakni egosentris, tidak punya empati, dan tidak pernah menyesal. Lebih jauh, ada sepuluh karakter spesifik psikopat. Di antaranya, tidak memiliki empati, emosi dangkal, manipulatif, pembohong, egosentris, pintar bicara, toleransi yang rendah pada rasa frustrasi, membangun relasi yang singkat dan episodik, gaya hidup parasitik, dan melanggar norma sosial yang persisten.


DETEKSI DINI

Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat. Ciri psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak kanak-kanak melalui berbagai perilaku yang tidak biasa. Perilaku antisosial pada anak-anak ternyata merupakan warisan genetik.


Bila faktor genetik berpengaruh, maka gangguan perilaku psikopat dapat diminimalkan sejak usia anak. Langkah awal yang mungkin dilakukan adalah melakukan deteksi dini faktor risiko dan gangguan perilaku pada anak. Karena faktor genetik adalah faktor yang diturunkan, maka faktor orangtua juga harus menjadi perhatian. Artinya, jika salah satu orangtua menunjukkan gejala psikopat, maka anak akan berpotensi mempunyai risiko yang mengalami hal yang sama. Beberapa gejala psikopat itu adalah:


1. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Bagi psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan. Mereka juga tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.


2. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat sering kali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sering kali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.


3. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respons fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar. Karena itu psikopat sering kali disebut dengan istilah "dingin".


4. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.


5. Tidak punya rasa sesal, rasa berdosa, dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya, ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.


6. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.


7. Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.


8. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.


9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.


10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.


11. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.


12. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.


13. Sikap antisosial di usia dewasa.


14. Persuasif dan memesona di permukaan.


15. Butuh stimulasi atau gampang bosan. .


16. Emosi dangkal.


17. Buruknya pengendalian perilaku.


18. Longgarnya perilaku seksual.


19. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun).


20. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.


21. Pernikahan jangka pendek yang berulang.


22. Terlibat kenakalan di masa remaja.


23. Melanggar norma.


24. Terlibat keragaman kriminal.


Memang, diagnosis gejala psikopat pada anak sampai saat ini masih sangat sulit ditegakkan karena belum ada alat diagnosis yang dapat digunakan. Namun, pengamatan terhadap anak-anak dalam rentang usia 6–13 tahun bisa mulai dilakukan, sebab beberapa penyimpangan perilaku pada mereka harus diketahui dan dikenali orangtua sejak dini. Beberapa faktor risiko yang harus dicermati, adalah sebagai berikut:

1. Sering berbohong. Jika ketahuan berbohong, ia tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.


2. Impulsif dan sulit mengendalikan diri; emosi tinggi, tantrum, dan agresif. Mudah terpicu amarahnya oleh hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.


3. Tidak memiliki respons fisiologis yang normal seperti rasa takut yang ditandai tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar bila melakukan kesalahan yang besar dan fatal.

4. Emosi dangkal; saat sedih dan gembira ekspresinya tidak terlalu kelihatan.

5. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah, sering menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.


6. Senang melakukan pelanggaran dan peraturan keluarga atau sekolah.


7. Kurang empati terhadap perasaan keluarga dan teman sepermainan.

8. Agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.


PENCEGAHAN DINI

Mengingat faktor penyebab psikopat masih belum terungkap jelas, maka penanganan yang dilakukan memang tidak bisa optimal. Pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kompleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalah tanpa obat seperti konseling. Namun melihat kompleksitas masalahnya, terapi psikopat bisa dikatakan sulit bahkan tidak mungkin. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, memberikan terapi pada korbannya, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat agar tidak menjadi pelaku kriminal.

Beberapa penelitian menyebutkan faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis, dan sosial. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang berisiko mengembangkan seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orangtua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang berisiko lainnya adalah hidup di tengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan kriminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan, dan lain sebagainya.


Sedangkan lingkungan biologis yang berpengaruh terhadap tindak kriminal yang saat ini banyak diteliti adalah pola makan. Penelitian yang dilakukan Peter C., dan kawan-kawan pada 1997 mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan. Ternyata terdapat kaitan antara diet, alergi makanan, intoleransi makanan dan perilaku kriminal di usia muda. Hal ini akan menjadi informasi dan fakta ilmiah yang menarik dan sangat penting. Meskipun demikian masih belum dapat dijelaskan mengapa beberapa faktor tersebut berkaitan. Yang jelas, terdapat beberapa faktor risiko untuk terjadi tindak kekerasan dan kriminal yang berawal dari agresivitas, emosi, impulsivitas, hiperaktivitas, gangguan tidur, dan sebagainya. Ternyata banyak faktor risiko tersebut juga terjadi pada penderita alergi dan intoleransi makanan. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak.


Akibat gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, impulsivitas, hingga memperberat gejala autisma dan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder). Penelitan lanjutan dari riset ini sangat dibutuhkan dan akan menjadi sangat penting, khususnya bagi penderita psikopat yang berisiko menjadi pelaku kriminal.

Seandainya pada anak terdapat faktor genetik dan terdapat beberapa perilaku tersebut, orangtua harus waspada. Karena itu, yang paling penting adalah lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis. Sebaliknya, keluarga yang dibangun penuh kekerasan, anak yang ditolak orangtuanya dan diperlakukan kejam adalah lingkungan yang memicu terbentuknya seorang "monster manusia" atau psikopat lainnya. Meskipun hanya sebagian kecil saja kelompok psikopat yang berurusan dengan kriminalitas, tetapi tetap saja mereka merupakan racun dan sampah masyarakat.


Jika deteksi dini gangguan perilaku dilakukan dengan baik, ditunjang kehidupan keluarga yang baik dan harmonis maka idealnya seorang psikopat tidak akan berubah menjadi pelaku kriminal. Hal ini sangat penting diupayakan agar tak sampai mengakibatkan kehidupan yang kelam bagi masa depan anak. Ingat, faktor genetik, gangguan fungsi otak, dan lingkungan dapat saling memengaruhi.

sumber (eninformasi)